Tekno / Sains
Kamis, 03 September 2026 | 11:25 WIB
Ilustrasi pesawat ruang angkasa MMX selama memasuki orbit Mars, dengan Phobos berada di samping Mars. [JAXA]
Baca 10 detik
  • JAXA menyiapkan Misi MMX untuk meneliti asal-usul satelit Phobos.
  • Misi MMX ditargetkan meluncur tahun 2026 dan meneliti orbit Mars.
  • Wahana Misi MMX akan mengambil sampel material Phobos untuk diteliti.

Suara.com - Jepang menjadwalkan perjalanan antariksa ke Phobos pada tahun 2026 ini. Martian Moons eXploration (MMX) tidak terbang untuk mengambil foto-foto saja di Phobos, tetapi ada misi lainnya yang peneliti agendakan.

Misi ini diagendakan untuk terbang di samping Phobos dan melepaskan wahana antariksa guna mengambil sampel pada Bulan terbesar Mars

Martian Moons eXploration (MMX) adalah wahana antariksa robotik yang dikembangkan oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Perjalanan ini diagendakan pada tahun 2026 dan direncanakan akan tiba di orbit Mars pada tahun 2027.

Misi ini bertujuan untuk mengetahui asal usul Bulan tersebut. 10 gram material Phobos diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Bumi, terlebih dalam bidang astronomi. 

Para ilmuwan menduga bahwa Phobos di masa lalu merupakan benda dari luar orbit Mars. Asteroid itu kemudian menabrak Planet tersebut dalam sebuah tragedi tabrakan yang besar. Pendapat lain menjelaskan bahwa benda seukuran asteroid itu ditangkap oleh gravitasi Mars.

Hal ini disimpulkan berdasarkan pengukuran NASA terhadap  perhitungan energi neutron dan sinar gamma yang dipancarkan dari permukaan Phobos. 

Karakteristik Phobos

Phobos berbentuk asimetris tidak seperti Bulan Bumi, bentuknya lebih tidak beraturan layaknya sebuah kentang. Phobos memiliki panjang, lebar, dan tinggi yang tidak sama. Dikutip dari Britanica, Phobos berukuran 26 kilometer (16 mil) di titik terlebarnya.

Phobos menyelesaikan satu kali orbitnya dalam kurun waktu 7 jam 39 menit dan hanya berjarak 9.378 kilometer dari Mars, menjadikan Phobos merupakan satelit terdekat dari Mars.

Baca Juga: Urutan Tata Surya dan Ciri-ciri Planet yang Bisa Kamu Hafalkan

Gravitasinya pun lebih kecil daripada gravitasi Bumi, sekitar 1.700 kali di bawah gravitasi Bumi. angka ini didapat dari perbandingan massa dan tarikan gravitasi Mars.

Seperti Bulan Bumi yang memiliki banyak kawah di permukaannya. Permukaan Phobos dipenuhi banyak kawah karena hantaman Asteroid yang menabraknya.

Hal ini dikarenakan Phobos merupakan satelit alami Mars yang berperan untuk melindungi Planet dari hantaman benda-benda luar angkasa seperti Asteroid.

Permukaan kawah Mars ditutupi oleh Regolit (debu yang tidak terkonsolidasi yang berada di atas lapisan batuan dasar) berwarna abu-abu gelap. Kemudian, kepadatan di Phobos lebih rendah jika dibandingkan dengan kepadatan milik Bulan Bumi.

Rencana Ilmuwan dalam Misi MMX

Dalam misi menuju satelit Mars ini ilmuwan telah memperhitungkan keseluruhan dari misi tersebut, mulai dari peluncuran, menjelajah antar-planet, sampai pada mengorbit Phobos kemudian mendarat di permukaannya.

Setelah menjelajah antar-planet, wahana antariksa JAXA akan mulai memasuki orbit Mars dan mempelajari satelit planet tersebut Phobos dan Deimos selama 3 tahun, kemudian mendaratkannya di permukaan Phobos untuk mengambil sampel di sana.

Dikutip dari Spacedaily, MMX masih akan mengorbit Mars. Namun, perhitungan awal MMX akan berputar bersama Phobos, wahana antariksa ini akan menjelajah lintasan melingkar yang memungkinkannya tetap berada di dekatnya dan memeriksa Phobos berulang kali.

Wahana antariksa tersebut harus menyelaraskan gravitasi dari Mars dan Phobos sambil terus menyesuaikan diri dengan rotasi objek yang cepat. 

Selama fase pengintaian ini merupakan hal yang paling krusial. Karena karakteristik Bulan yang rumit disebabkan dari orbit dan gravitasi keduanya.

Perhitungan yang salah dapat mempengaruhi tuntasnya misi ini. Sebelas instrumen pada wahana antariksa tersebut akan mengukur bentuk, gravitasi, kekasaran permukaan, suhu, dan komposisi yang dimiliki Phobos.

Dilansir dari Spacedaily, spektrometer MIRS akan menyisir panjang Gelombang inframerah untuk mendeteksi mineral yang mengalami perubahan akibat air, zat-zat yang mengandung air, dan senyawa organik.

Kamera, altimeter laser, serta instrumen sinar gamma dan neutron MEGANE akan membantu tim membandingkan area-area pendaratan yang diusulkan.

Dalam hal ini misi MMX diharapkan dapat membawa pengetahuan baru mengenai asal-usul satelit alami milik Mars tersebut.

Berdasarkan hipotesis awal ilmuwan saat ini adalah Phobos merupakan benda yang berasal dari luar orbit Mars yang kemudian tertangkap oleh gravitasi planet itu.

Dengan misi MMX yang dikepalai oleh JAXA dapat menemukan jawaban yang diperdebatkan peneliti saat ini.

Load More