- Kementerian ESDM menargetkan implementasi B60 persen pada tahun 2027.
- Pemerintah mengonsolidasikan rantai pasok CPO dan industri FAME untuk mendukung kelancaran distribusi mandatori energi tersebut.
- Realisasi penyaluran B50 hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai 80 persen dan menjangkau wilayah Papua.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mengejar target implementasi biodiesel 60 persen (B60) pada 2027. Langkah ini diambil usai penerapan mandatori B50 resmi berjalan sejak Juli 2026. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa target B60 tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi tadi juga sudah disampaikan tahun ini kita sudah mengimplementasikan B50, dan itu Bapak Presiden waktu kita meluncurkan B50 beliau sudah menyampaikan tahun depan sudah diimplementasikan B60," kata Yuliot dalam pembukaan forum The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Guna mencapai target tersebut, Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah kini fokus mengkonsolidasikan kesiapan rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir. Di sektor hulu, ketersediaan bahan baku minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) harus dipastikan mencukupi melalui peningkatan produktivitas maupun penambahan areal tanam.
Selain itu, kapasitas produksi industri Fatty Acid Methyl Ester (FAME) juga perlu ditingkatkan agar siap mendukung penyaluran B60, baik untuk skema Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO.
"Dari industri FAME kita juga akan implementasi B60 baik itu mandatori ini PSO dan non-PSO. Ya tentu ini kita juga harus lakukan evaluasi kesiapan secara keseluruhan. Karena ini sudah merupakan arahan dari Bapak Presiden, ya kita juga harus berusaha untuk diimplementasikan secara keseluruhan," kata Yuliot.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi memaparkan bahwa hingga akhir Agustus 2026, realisasi penyaluran B50 secara keseluruhan baru menyentuh angka 80 persen. Ia merinci tingkat penyaluran di SPBU Pertamina sudah mencapai 90 persen, sedangkan di SPBU swasta berada di kisaran 80 persen.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi dan monitoring penyaluran B50 akan diperbanyak dalam kurun waktu satu bulan ke depan untuk memastikan persiapan secara cermat. Lebih lanjut, Eniya menyampaikan bahwa pendistribusian B50 juga telah menjangkau wilayah Indonesia bagian timur, termasuk pulau Papua yang dilayani melalui satu titik serah.