- Gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi dari pergerakan lempeng tektonik, aktivitas vulkanik, runtuhan, maupun aktivitas manusia.
- Gelombang seismik yang dipancarkan dari hiposentrum dapat direkam menggunakan seismograf untuk menentukan kekuatan serta lokasi gempa.
- Klasifikasi gempa dibedakan berdasarkan penyebab, kedalaman hiposentrum, dan magnitudo yang berpotensi menimbulkan kerusakan serta tsunami.
Suara.com - Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang paling ditakuti manusia karena kedatangannya yang mendadak dan dampaknya yang bisa sangat merusak. Getaran yang merambat melalui kerak bumi ini sering kali menimbulkan kerusakan infrastruktur, longsor, hingga tsunami di wilayah pesisir.
Di Indonesia, yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik, pemahaman tentang gempa bumi menjadi sangat penting bagi seluruh masyarakat. Proses terjadinya gempa bumi tidak lepas dari dinamika bagian dalam bumi yang terus bergerak.
Kerak bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar yang saling bergeser, bertumbukan, atau menjauh. Ketika energi yang terkumpul di zona-zona pertemuan lempeng tersebut mencapai titik kritis, energi itu dilepaskan dalam bentuk gelombang seismik yang kita rasakan sebagai gempa.
Selain pergerakan lempeng, ada pula faktor lain yang dapat memicu getaran bumi, seperti aktivitas gunung berapi atau bahkan aktivitas manusia. Setiap jenis gempa memiliki karakteristik, penyebab, dan pola kerusakan yang berbeda.
Oleh karena itu, mengenali proses dan jenis-jenis gempa membantu kita lebih siap menghadapi risiko. Nah, artikel ini akan membahas secara runtut bagaimana gempa bumi terjadi serta menguraikan berbagai jenis gempa yang dikenal dalam ilmu kebumian.
Dengan pengetahuan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi.
Proses Terjadinya Gempa Bumi secara Umum
Gempa bumi terjadi karena pelepasan energi elastis yang tersimpan di dalam batuan kerak bumi. Energi ini menumpuk akibat pergerakan lambat lempeng tektonik yang terus-menerus.
Batuan di sepanjang patahan (fault) mengalami tekanan atau regangan hingga akhirnya tidak mampu lagi menahan gaya tersebut. Saat batuan patah atau bergeser secara tiba-tiba, energi dilepaskan dalam bentuk gelombang seismik yang merambat ke segala arah.
Titik di dalam bumi tempat energi dilepaskan disebut hiposentrum, sedangkan titik di permukaan bumi tepat di atasnya disebut episentrum. Semakin dangkal hiposentrum, semakin besar potensi kerusakan di permukaan.
Baca Juga: Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian
Peran Lempeng Tektonik dalam Memicu Gempa
Lempeng tektonik bumi bergerak dengan kecepatan beberapa sentimeter per tahun. Ada tiga jenis batas lempeng: konvergen (bertumbukan), divergen (saling menjauh), dan transform (saling bergeser horizontal).
Di batas konvergen, seperti di zona subduksi di sekitar Indonesia, satu lempeng menunjam di bawah lempeng lain dan menghasilkan gempa besar.
Di batas transform, seperti Sesar San Andreas, gesekan lateral juga sering menimbulkan gempa.
Akumulasi tegangan di sepanjang patahan ini merupakan sumber utama gempa tektonik yang paling sering terjadi dan paling merusak.
Gelombang Seismik yang Dihasilkan
Ketika gempa terjadi, dua jenis gelombang utama dihasilkan: gelombang badan (body waves) dan gelombang permukaan (surface waves).
Gelombang primer (P-wave) bergerak paling cepat dan merupakan gelombang kompresi, sedangkan gelombang sekunder (S-wave) bergerak lebih lambat dan bersifat geser.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan
-
Persib Bandung 'Terusir' dari Stadion Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya
-
Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-jenis Gempa
-
Kebakaran Kandang di Way Laga: 17 Kambing Terpanggang Hidup-hidup, Kerugian Tembus Rp300 Juta
-
Potret ODGJ di Bojonegoro: 2.788 Terdeteksi, 18 Masih Dipasung
-
Binatang yang Berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW: dari Unta hingga Singa
-
BRI Consumer Expo 2026 Medan: Sekali Datang Dapat Rumah Impian, Kendaraan Idaman, Sampai Liburan
-
Filipina Imbau Warga Pakai Masker N95, Warga Kalteng Dibagikan Masker Biasa di Tengah Kepungan Asap
-
Arti Piring atau Gelas Pecah Tiba-tiba Menurut Primbon Jawa, Pertanda Buruk?
-
Daftar Makanan Pembawa Keberuntungan dan Penyeimbang Energi Sesuai Shio