- Smartwatch kini dilengkapi sensor HRV untuk mengukur variasi interval detak jantung guna memantau respons tubuh saat tidur.
- Perangkat pintar juga menggunakan sensor SpO2 untuk memperkirakan persentase saturasi oksigen dalam darah selama pengguna beristirahat.
- Kedua fitur kesehatan tersebut memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam menampilkan informasi kondisi tubuh pengguna.
Suara.com - Smartwatch kini tidak hanya digunakan untuk melihat waktu atau menerima notifikasi. Sejumlah perangkat sudah dilengkapi sensor kesehatan yang dapat membantu pengguna memantau kondisi tubuh, termasuk ketika sedang tidur.
Dua istilah yang mungkin sering ditemukan dalam fitur pemantauan tidur adalah HRV dan SpO2. Keduanya sama-sama dapat memberikan informasi mengenai kondisi tubuh, tetapi memiliki fungsi dan cara pengukuran yang berbeda.
Lantas, apa perbedaan sensor pemantau tidur HRV vs SpO2 pada smartwatch? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu HRV pada Smartwatch?
HRV atau Heart Rate Variability merupakan ukuran variasi waktu di antara detak jantung yang berurutan. Jadi, HRV bukan sekadar menghitung berapa kali jantung berdetak dalam satu menit seperti pengukuran detak jantung biasa.
Smartwatch umumnya menggunakan sensor optik di bagian belakang perangkat untuk mendeteksi perubahan aliran darah. Dari data tersebut, perangkat dapat memperkirakan variasi interval antardetak jantung dan menghasilkan nilai HRV.
Dalam pemantauan tidur, HRV dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana tubuh merespons kondisi istirahat. Perubahan HRV juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti stres, aktivitas fisik, kualitas tidur, konsumsi alkohol, hingga kondisi tubuh secara keseluruhan.
Karena itu, data HRV biasanya lebih berguna jika dilihat sebagai tren dari waktu ke waktu, bukan hanya berdasarkan satu angka pada satu malam.
Apa Itu SpO2 pada Smartwatch?
Berbeda dari HRV, SpO2 merupakan perkiraan tingkat saturasi oksigen dalam darah. Angka ini menunjukkan persentase hemoglobin dalam darah yang membawa oksigen.
Smartwatch yang memiliki sensor SpO2 biasanya menggunakan teknologi sensor cahaya untuk memperkirakan kadar oksigen dalam darah. Sensor akan memancarkan cahaya ke kulit, kemudian menganalisis pantulan cahaya untuk menghasilkan estimasi SpO2.
Dalam pemantauan tidur, data SpO2 dapat membantu pengguna melihat perubahan kadar oksigen selama tidur. Beberapa smartwatch bahkan dapat menunjukkan pola perubahan atau periode ketika kadar oksigen terdeteksi lebih rendah.
Namun, hasil pengukuran dari smartwatch merupakan estimasi, bukan pengganti alat medis atau pemeriksaan profesional.
Perbedaan HRV vs SpO2 untuk Pemantauan Tidur
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan keduanya:
| Fitur | HRV | SpO2 |
Yang diukur | Variasi interval detak jantung | Perkiraan saturasi oksigen darah |
Fokus informasi | Respons tubuh dan kondisi pemulihan | Kondisi oksigenasi darah |
Satuan |