- Produksi film The Wild Robot oleh DreamWorks Animation menghabiskan 300 juta jam komputasi dengan utilisasi data center mencapai 98 persen.
- Lenovo menyediakan solusi teknologi end-to-end termasuk Neptune Liquid Cooling yang mampu meningkatkan performa render farm hingga 20 persen.
- Kolaborasi teknologi ini juga akan digunakan untuk mendukung produksi film animasi terbaru berikutnya seperti Forgotten Island dan Shrek 5.
Suara.com - Membuat film animasi ternyata bukan cuma soal kemampuan artistik. Di balik karakter, dunia fantasi, dan efek visual yang tampil di layar, ada kebutuhan komputasi dalam skala sangat besar.
Lenovo mengungkap bahwa produksi film animasi The Wild Robot di DreamWorks Animation membutuhkan sekitar 300 juta compute hours.
Pada periode produksi tersebut, utilisasi data center DreamWorks bahkan mencapai 98 persen.
Besarnya kebutuhan komputasi itu menggambarkan bagaimana produksi animasi modern semakin bergantung pada infrastruktur teknologi, mulai dari workstation yang digunakan artist hingga High Performance Computing (HPC), server, dan sistem pendingin data center.
Kondisi tersebut juga menjadi alasan Lenovo memperluas kolaborasinya dengan DreamWorks Animation melalui penyediaan solusi teknologi end-to-end untuk mendukung proses produksi studio.
Dari 3D Modeling hingga Rendering
Produksi animasi melibatkan rangkaian proses yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi.
Artist dan tim teknis harus mengembangkan aset digital, membuat model 3D, menjalankan simulasi, hingga melakukan rendering.
Proses tersebut juga tidak berhenti dalam satu kali pengerjaan. Setiap detail visual dapat mengalami berbagai iterasi sebelum akhirnya menghasilkan adegan yang siap ditampilkan di layar.
Untuk mendukung alur kerja tersebut, DreamWorks Animation memanfaatkan ekosistem teknologi Lenovo yang mencakup workstation, HPC, server, infrastruktur data center, liquid cooling, hingga layanan enterprise.
Sales Director – Key, Global & MM Account Business, Lenovo Indonesia, Joni Irwanto, mengatakan kebutuhan produksi konten modern membutuhkan infrastruktur yang dapat berkembang mengikuti beban kerja.
“Kolaborasi Lenovo dengan DreamWorks Animation ini menegaskan peran krusial dari teknologi dan layanan mutakhir yang dapat disesuaikan (scalable) dalam mendukung alur kerja kreatif yang kompleks serta memenuhi tuntutan produksi konten modern,” ujar Joni.
Menurutnya, integrasi workstation, HPC, data center, dan layanan pendukung memungkinkan kebutuhan komputasi DreamWorks dipenuhi di berbagai tahap produksi.
Liquid Cooling Naikkan Performa hingga 20 Persen
Salah satu teknologi yang digunakan adalah Lenovo Neptune Liquid Cooling. Sistem pendingin tersebut digunakan untuk membantu menjaga performa komputasi pada lingkungan render farm DreamWorks Animation.