Suara.com - "Bara di Negeri Hujan", film baru dari produser Rudi Soedjarwo akan tayang di seluruh bioskop di Tanah Air pada tahun ini.
Film bergenre drama ini disutradai oleh Otoy Witoyo, yang menggandeng penulis skenario Kim Kematt.
Film ini menceritakan soal kompleksnya kehidupan di perumahan yang majemuk di Jakarta, dengan perbedaan sosial, etnis dan budaya.
Ada sebuah keluarga yang dikebiri oleh nasib, sehingga harus berjuang menghidupi anak semata wayangnya dengan merampok.
Ada pula lelaki yang harus menahan libidonya karena lenyapnya zona nyaman di dalam rumah.
Juga soal kehidupan lelaki yang harus 'berpuasa' lantaran pelacur langganannya tengah dirundung penyakit kelamin.
Selain persoalan itu, ada pula polemik-polemik lain yang coba diungkapkan dalam film ini. Di antaranya tentang seorang lelaki yang harus membungkus asmara dahana di dalam hatinya ke dalam senyum seorang sahabat.
Lalu kisah seorang gadis belia yang memimpikan kebebasan menjadi ujung kakinya. Dan cerita gadis belia yang sedang melepaskan belenggu kepongahan ayahnya yang angkuh, serta seorang gadis belia yang dirantai nasibnya oleh libido.
Berita Terkait
-
Review Film Paket Santet: Eksperimen Dinna Jasanti Keluar dari Zona Nyaman
-
Film Horor 'Rambut Sewu: Satu Langkah Getih' Angkat Sisi Gelap Ritual Pesugihan Jawa
-
Lebih dari Konflik Istana, The King's Warden Soroti Mirisnya Pendidikan Era Joseon
-
Life of Pi dan Kerinduan kepada Tuhan di Tengah Ketidakpastian
-
Ulasan Killing Season: Saat Dendam Masa Lalu Berujung Perang Gerilya yang 'Lanang Tenan'
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Punya Gelar Belum Tentu Siap Kerja, Ini yang Perlu Dipunya Mahasiswa
-
Minyak Dunia Melemah, Pasar Soroti Akses AS ke Cadangan Venezuela
-
Botok Ungkap Alasan Tarik Massa AMPB dari DPR: Tak Mau Dibenturkan dan Ditangkap Polisi
-
Cek Fitur Samsung Galaxy S26 FE yang Bawa One UI 9 dan Galaxy AI Serba Canggih
-
7 Dekorasi Dinding yang Baik untuk Energi Positif di Ruang Tamu Menurut Feng Shui
-
Imbas Kericuhan Demo DPR, Sejumlah Transportasi Umum Alami Penyesuaian Rute
-
Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara
-
Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu
-
Hortikultura Daerah Naik Kelas, Melon Petani Asal Blitar Tembus Pasar Singapura
-
Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?