Suara.com - Masuk dalam salah satu bucket listnya, Dzawin Nur berniat menjelajah puncak tertinggi dunia, Everest. Namun karena semuanya berproses, akhirnya ia memiliki menjelajah puncak Island Peak dengan ketinggian 6600 mdpl.
Sayangnya, perjalanan yang memakan waktu hingga 8 hari, dan terlalu diforsir, membuat perjalanan Dzawin dan rombongan terkendala lantaran merasakan sesak napas, mual, muntah, dan kepala pusing. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit ketinggian.
Tak mau memaksakan diri, ia pun harus rela menggugurkan niatnya sampai puncak. Alhasil, Dzawin dan rombongan dievakuasi dengan helikopter untuk kembali turun. Tapi ia berjanji, setelah tahu track-nya, ia akan kembali menjelajah seorang diri menuju puncak Island Peak.
"Nanti gue mau ke sana sendiri, sudah tahu jalur track-nya, gue mau kesana pakai day pack saja, selebihnya peralatan nyewa di atas, karena butuh peralatan khusus untuk sampai ke puncaknya," ungkap Dzawin.
Dalam perjalanan menuju Island Peak, budget yang dirogohnya bisa mencapai hingga Rp 30 juta. Jadi ada rasa sedikit kekecewaan saat ia tidak bisa mencapai puncak.
Video Editor: Yulita Futty Hapsari
Berita Terkait
-
6 Hari Hilang Keluarga Sudah Anggap Tewas, Pemandu Gunung Ini Tiba-tiba Muncul dan Hidup
-
Mengenal Kapal Flotilla yang Bawa Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Tapi Disergap Tentara Israel
-
Isi Garasi Dzawin Nur yang Akhirnya Menikah, 2 Mobil Petualang Siap Kawal Renny Rachmawaty
-
Janji Adalah Utang! Gara-gara Dzawin Nur Menikah, Dompet Fiersa Besari Jebol Rp30 Juta
-
Komika Dzawin Nur Resmi Nikahi Renny Rachmawaty, Seorang Instruktur Diving
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam
-
Korea Selatan Putus Semua Kanal Komunikasi dengan Korea Utara
-
Rencana Negosiasi Damai AS-Iran di Swiss Ditunda
-
Respon Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Executive Talk | Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni
-
Roy Suryo dan dr Tifa Resmi Ditahan, Sempat Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
-
Davina Karamoy Jadi Korban Hanania Grup, DP Haji Plus Senilai 10.000 USD Terancam Raib
-
Menpar Widi Minta Anggaran Rp709 Miliar, Keponakan Prabowo: Sudah Lapor Presiden? Belum?
-
Kunjungan Gibran ke NTT, Ingin Pesantren dan Gereja Dilibatkan Dalam MBG