Suara.com - Puluhan anak-anak di New York kini harus menjalani perawatan di rumah sakit, karena peradangan kulit mirip penyakit kawasaki. Penyakit kawasaki atau kawasaki syndrome ini bukan penyakit baru. Kasus pertama ditemukan di Jepang pada tahun 1967 oleh Tomisaku Kawasaki, kemudian menyebar ke berbagai negara.
Penyakit dengan gejala panas dan peradangan serta pembengkakan kulit hingga tenggorokan ini biasanya menyerang anak-anak, sebagian besar di bawah usia 5 tahun.
Tetapi di masa pandemi Covid-19, virus corona yang semula dinilai tidak terlalu berbahaya bagi anak-anak, kini menunjukkan tanda sebaliknya. Peringatan terkait ancaman Covid-19 terhadap anak-anak semakin kuat. Komplikasi misterius yang berbahaya ini telah menyebabkan kematian setidaknya 3 anak New York. Selengkapnya, tonton dalam video ini. (VOA Indonesia)
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Makin Panas Meski Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Harga Minyak AS Melesat 5 Persen Setelah Gagalkan Serangan Iran
-
Stok Rudal Pencegat AS Menipis Akibat Perang Panjang Lawan Iran
-
Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu