Suara.com - Presiden Joko Widodo secara terang-terangan mengungkap kriteria bakal calon presiden ideal untuk Pemilu 2024 nanti. Namun Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai kriteria tersebut bukan mengarah ke Ganjar Pranowo.
Menurut Jamiluddin, kriteria capres pemberani yang disebutkan Joko Widodo tersebut mengarah ke dua sosok bakal capres lain yakni Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
"Setidaknya Anies dan Prabowo dua sosok yang pemberani. Anies semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta berani membatalkan reklamasi. Padahal pengembang reklamasi itu orang-orang berpengaruh secara kapital. Bahkan orang di belakang pengembang reklamasi orang-orang yang sangat berpengaruh di negeri ini," terang Jamaluddin.
Langkah Anies Baswedan dan Prabowo tersebut membutuhkan keberanian besar lantaran berseberangan dengan keinginan para pendukungnya. Tak hanya itu, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto juga memiliki elektabilitas di mata dunia. "Di dunia internasional, Anies dan Prabowo juga cukup dikenal. Karena itu, dua sosok ini punya kapasitas dan koneksitas dalam menangani ketidakpastian global," lanjut Jamil.
Video Editor: Noor
Berita Terkait
-
Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
-
Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
AHY Marah Sampai Tunjuk Anak Buah: Kepala Balai Sini, Anda Dengarkan Saya
-
Siapa Roby Kurniawan? Bupati Bintan yang Namanya Terseret Isu Kehamilan Ayu Aulia
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Shindy Lutfiana MC LCC Empat Pilar MPR RI Mulai Kena 'Cancel Culture'
-
Gibran Terdiam Saat Dengar Jawaban Santri di Jombang: Wah Kayak Debat Capres
-
Amien Rais Muncul Lagi, Kini Beri Kode Isu Menko Sulit Bertemu Presiden
-
Kondisi Terkini Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara yang Bongkar Kasus Ferdy Sambo
-
Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta, Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral
-
Loloskan Motor Listrik MBG, Purbaya Copot Dirjen Anggaran Luky Alfirman
-
Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus