- Presiden Prabowo menaikkan gaji hakim di Indonesia hingga 280 persen guna memberantas korupsi dan memastikan integritas lembaga yudikatif.
- Kebijakan kenaikan gaji tersebut mendapat pengakuan internasional karena besaran pendapatan hakim Indonesia kini melampaui Malaysia dan Singapura.
- Pemerintah berencana meningkatkan kesejahteraan seluruh pegawai pengadilan serta membangun rumah dinas bagi hakim di seluruh wilayah Indonesia.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto tidak bisa menutupi rasa senang dan puas, telah berhasil menaikkan gaji hakim di Indonesia. Sebab, kabar naik gaji para hakim tersebut sampai terdengar ke negeri tetangga.
Kabar tersebut diketahui Prabowo lewat laporan yang disampaikan Ketua Mahkamah Agung RI Sunarto. Kepada Prabowo, Sunarto menceritakan hasil obrolan dalam rapat bersama Ketua Mahkamah Agung se-ASEAN
"Kemudian Ketua Mahkamah Agung Malaysia sampaikan ke Ketua Mahkamah Agung Indonesia. Disampaikan: "Yang Mulia, saya salut sama Indonesia," dia bilang. "Pertama kali gaji hakim Indonesia di atas gaji hakim Malaysia." Dan gaji hakim paling junior Indonesia, ceritanya ya, yang paling junior sudah hampir dua kali gaji hakim paling junior Malaysia," kata Prabowo di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Prabowo lantas menceritakan kenaikan gaji hakim memang langkah pertama pemerintah yang ia pimpin. Ia lantas mengungkap besaran persentase kenaikan gaji hakim yang mendapat lampu hijau Menteri Keuangan.
"Karena pemerintah yang saya pimpin, salah satu langkah kita pertama adalah menaikkan gaji-gaji hakim kita hampir 300 persen. Saya maunya 300 persen, tapi Menteri Keuangan hanya setuju 280 persen. Okelah. Tapi kita sudah lompat," kata Prabowo.
Pujian terhadap kenaikan gaji hakim di Indonesia tidak hanya datang dari Malaysia. Sunarto melaporkan kepada Prabowo menyoal obrolan ia dengan Ketua Mahkamah Agung Singapura.
Kemudian Ketua Mahkamah Agung Indonesia, Profesor Sunarto ya, laporkan lagi ke saya: Pak, Ketua Mahkamah Agung Singapura juga sampaikan ke saya, selamat Yang Mulia, penghasilan Anda sekarang, penghasilannya Ketua Mahkamah Agung Indonesia sudah di atas penghasilannya Ketua Mahkamah Agung Singapura," kata Prabowo mengulang laporan Sunarto.
Prabowo menyampaikak alasan mengapa pada awal pemerintahan ia melakukan gebrakan dengan menaikkan penghasilan para hakim. Prabowo berkeyakinan permasalahan korupsi dan ketidakadilan harus diselesaian lebih awal melalui lembaga yudikatif.
"Karena itu hakim-hakim kita harus kita hormati, harus dipilih dengan baik dan harus dikasih penghasilan yang cukup supaya hakim-hakim kita tidak bisa disogok," kata Prabowo.
Baca Juga: Sita Rp39 Triliun Uang Koruptor di Rekening Tak Jelas, Prabowo: Mungkin Istri Muda Tidak Tahu
Kekinian, Prabowo melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman ingin membangun rumah jabatan untuk semua hakim di Indonesia
"Karena ternyata walaupun penghasilannya sudah naik signifikan, uang saku untuk rumah satu bulan untuk gaji, eh untuk rumah kalau tidak salah 1,5 juta rupiah. Padahal hakim itu juga penugasan. Kadang-kadang harus di kabupaten ini, kadang-kadang harus pindah ke provinsi ini," kata Prabowo.
Setelah memberikan kebijakan untuk kesejahteraan para hakim, Prabowo berencana memberikan kenaikan gaji untuk pegawai lain yang bertugas di pengadilan
"Ketua Mahkamah Agung menyampaikan ke saya, Pak, terima kasih perhatian Bapak kepada hakim-hakim, tapi ternyata Pak, di pengadilan-pengadilan kami masih punya petugas-petugas lain. Panitera belum naik Pak gaji mereka. Habis itu ada staf, ada tata usaha." Ya ya ya ya, oke saya mengerti, saya paham," ujar Prabowo
"Menteri Keuangan cari uang untuk semua petugas pengadilan harus juga naik gajinya ya. Dan cabang-cabang lain dari pemerintahan jangan iri sama Yudikatif. Kita harus bikin Yudikatif kita tempat rakyat mendapat keadilan," kata Prabowo.
Pesan Prabowo ke Hakim
Melalui Sunarto, Prabowo menyampaikan pesan untuk para hakim agar bertindak benar dalam setiap putusan yang dibuat. Sebab mata publik selalu memgawasi.
"Saya pesankan kepada semua hakim-hakim, ingat, putusan-putusanmu akan dinilai oleh rakyat. Putusan-putusanmu akan dipelajari. Dan masyarakat kita dan rakyat kita sudah tidak bodoh. Mereka akan lihat, mereka akan merasakan ketidakadilan," kata Prabowo.
Prabowo sekaligus menegaskan agar ada perbaikan di lembaga yudikatif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci