Suara.com - Pratiwi Noviyanthi alias Teh Novi, pemilik Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan sebelumnya konsisten tak akan melaporkan Agus Salim ke polisi meskipun dia sudah dilaporkan terlebih dahulu atas dugaan pencemaran nama baik.
Menurut Teh Novi, dia hanya ingin fokus membujuk Agus Salim agar mau diobati menggunakan dana donasi yang dikelola yayasan. Namun setelah kasus makin berbelit dan mediasi yang terus gagal, Teh Novi tampaknya mulai berubah pikiran.
Saat ditanya kemungkinan polisikan Agus, perempuan tersebut tak lagi dengan tegas menjawab tidak akan melakukan hal itu.
"Sebenarnya pemberkasan sudah lengkap. Iya, sudah, betul (sudah konsultasi ke ahli bahasa)," kata Teh Novi seraya tersenyum saat ditemui di kantor Kemensos RI di kawasan Salemba, Jakarta Pusat belum lama ini. Teh Novi tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya terus tersenyum penuh arti.
Sementara Garry Julian selaku kuasa hukum Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan mengatakan bahwa rencana tersebut sebelumnya dibuat oleh pengacara terdahulu Teh Novi, Brian Praneda.
Perihal apakah rencana laporan tersebut bakal dilanjutkan, pihak Teh Novi belum mau membocorkan lebih lanjut.
Video Editor: Z
Berita Terkait
-
Teh Novi Curhat Alami Rambut Rontok Parah Pasca Operasi Bariatrik, Ini Sebabnya!
-
Ditinggal Kabur Istri, Agus Salim Kini Makin Sedih
-
Icang, Korban Congkel Mata di Bogor Meninggal Dunia
-
Miris! Teh Novi Banting Tulang Bantu ODGJ, Anggota DPR Malah Asik Joget di Sidang
-
Dituduh Punya Heroic Syndrome, Jawaban Denny Sumargo Bikin Tercengang
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
IDAI Peringatkan BGN terkait Risiko Susu Formula di Program MBG
-
Jawaban PK Entertainment soal Konser BIGBANG dari Kode Kuning dan Tiga Garis Hitam
-
Petani Punk Gunungkidul: Dari Jalanan Menuju Ketahanan Pangan Lokal
-
Chef Juna Kritik Karyawan Izin Mendadak karena Anak Sakit, Singgung SDM Indonesia
-
PDIP Usul Gibran Rakabuming Berkantor di IKN, PSI: Harusnya yang Didesak Itu Prabowo!
-
Sebut Penjahat Perang, Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu
-
Menlu Sugiono Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Prabowo Izin Ngopi saat Pidato di DPR: Supaya Gak Ngantuk, Gerindra Ada Yang Tidur?
-
IDAI Kritik Susu Formula di Program MBG, Pangan Lokal Lebih Efektif
-
Dana Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Pengelola MBG, Rawan Praktik Korupsi