Video / News
Senin, 09 Maret 2026 | 16:45 WIB

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan keanggotaan Indonesia di Board of Peace memicu perdebatan. Sejumlah ulama dan organisasi masyarakat Islam menyampaikan penolakan terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut.

Namun pemerintah menilai forum ini masih dapat dimanfaatkan sebagai jalur diplomasi internasional, termasuk untuk mendorong upaya perdamaian dan membahas isu Palestina. Dalam pertemuan antara Presiden dan perwakilan ulama di Istana Kepresidenan Jakarta, pemerintah menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyebut forum ini masih menjadi ruang dialog penting sebelum Indonesia mempertimbangkan langkah lebih jauh, seperti menarik diri dari keanggotaan. Di sisi lain, sejumlah tokoh ulama seperti Habib Hanif Alatas dan Cholil Nafis menyampaikan kritik serta menyarankan agar Indonesia memaksimalkan diplomasi melalui forum internasional lain.

Lalu mengapa pemerintah tetap memilih bertahan? Simak penjelasan lengkapnya dalam video berikut. 

Creative/Video Editor: Nura/Leo

Load More