Video / News
Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:43 WIB

Suara.com - Polemik pencabutan Perda Pembukaan Lahan Berbasis Kearifan Lokal di Kalimantan Barat menuai sorotan.

Ketua Umum Sabang Merah Borneo, Petrus Natalis, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan peladang tradisional atau masyarakat adat Dayak sebagai kambing hitam atas kabut asap yang terjadi.

Respons ini muncul usai Presiden Prabowo Subianto meminta Pemprov Kalbar mencabut Perda Kalbar No. 1/2022 pascameninjau Karhutla di Kubu Raya.

Petrus menilai, praktik peladangan adat sebenarnya sudah diatur secara ketat dan terbatas. Ia menduga kebakaran hebat yang memicu asap parah justru dilakukan oleh oknum investor demi pembukaan lahan sawit skala besar.

Selengkapnya dalam video di atas.

Creative/Video Editor: Aqilah/Daffa

Load More