SuaraBandung.id - Jogja sebagai wilayah pendidikan dan pariwisata menjadi tempat terbaik saat dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.
Wisatawan bisa dimanjakan oleh destinasi yang beragam. Mulai dari keindahan pantai hingga kuliner yang bejibun.
Namun, di balik itu semua ada sisi lain yang juga menarik untuk diikuti, yakni adanya jasa "pria rental".
Setelah mengetahui adanya "pria rental", praktis yang ada di dalam pikiran adalah soal hal tabu.
Akan tetapi, apakah benar jika keberadaan "pria rental" ini untuk memuaskan hasrat dari si "perental"?
Berikut adalah obrolan tim Suara.com bersama satu di antara penyedia jasa tersebut.
Jiga melihat jejak digital, keberadaan "pria rental" ini sudah ada sejak 2012 lalu. Akan tetapi jenis usaha "pria rental" ini semakin ramai dibicarakan pada beberapa bulan terakhir ini.
Untuk mengupas soal keberadaan "pria rental" ini, tim Suara.com menemui satu di antara penyedia jasa tersebut di Yogyakarta.
Sebut saja "pria rental" itu bernama Rey (22). Dari obrolannya, Rey tampak piawan bermain kata-kata.
Baca Juga: 112 Perusahaan Tambang Nakal Nunggak Setor PNBP ke Negara
Jika sekilas mendengar, dan terjebak dalam buaiannya, siapa saja pasti akan langsung tertarik.
Rey mengaku sudah empat bulan sebagai penyedia jasa "pria rental". Saat ini Rey tercatat sevagai mahasiswa di salah satu universitas di Yogyakarta.
Dia lantas buka-bukaan soal ketertarikannya untuk menjalani pekerjaan sebagai penyedia jasa "pria rental".
Dalam memulai pekerjaannya itu, Rey mengaku terinspirasi jasa serupa yang ada di Jepang.
"Aku sempat liat di timeline YouTube tentang sisi unik Jepang nah di dalam video itu ada jasa seperti ini jasa rental pria, girlfriends dan keluarga, family romance kalo ga salah namanya," ucapnya saat ditemui belum lama ini seperti dikutip dari SuaraJogja.id pada Kamis, Agustus 2022.
Ia menegaskan jasa rental pria ini bukanlah seperti yang dibayangkan serupa jasa esek-esek. Seperti halnya yang ada di Jepang, jasa ini melayani klien sebagai teman ngobrol, curhat, menemani nonton bioskop hingga kondangan.
"Prinsipnya kami membatasi dan menghindari ke hal-hal yang menjurus ke arah yang lebih personal. Kami pun dilarang baper," terangnya.
Rey mengatakan rental pria yang dikelolanya kebanyakan melayani klien di area Jogja, Solo hingga Jakarta, meski tak menutup kemungkinan ke daerah lain yang masih bisa dijangkau.
Untuk mendapatkan klien, memanfaatkan platform sosial media hingga promosi melalui pamflet. Ia menyediakan jasa rental secara online maupun offline.
"Waktu awal aku jalan sendiri, tapi seiring waktu aku merekrut partner ada yang tugasnya jadi admin untuk handel promosi dan juga melayani tanya jawab klien dan juga ada yang juga jadi seperti aku melayani rental," bebernya.
Rey mengungkapkan sejak membuka jasa rental pria tersebut, rerata melayani 7-10 klien dalam sepekan. Jumlah tersebut bisa berlipat saat akhir pekan.
Tarif Rental Pria
Seperti disebutkan sebelumnya, jasa rental pria ini bisa dilakukan secara online hingga offline. Rey merinci untuk layanan rental pria secara online, klien dikenai tarif flat yakni Rp20 ribu dengan durasi satu hingga dua jam.
Sementara untuk tarif offline, Rey mematok harga mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1 juta. Besaran tarif ini mempertimbangkan sejumlah faktor di antaranya jenis kegiatannya serta lokasi pertemuannya.
"Contoh saja di Jogja, klien juga sama di Jogja, hitungannya mungkin biaya bensin sama makannya, nontonnya, sama feenya mungkin saja bisa sampai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Semua dibebankan ke pihak klien," ujarnya.
Disinggung perihal klien yang menggunakan jasa rental melebihi waktu awal yang telah ditentukan, Rey menyebut tetap akan dilayani dan tidak ada tambahan tarif.
"Lebih fleksibel, yang penting gak lewat hari aja, kalo nambah 1 atau 3 jam gak apa apa ga usah nambah," tambahnya.
Pembayarannya bisa dilakukan di awal atau di akhir setelah rental selesai. Bisa pakai aplikasi dana, shopeepay atau gopay.
Klien Rerata Anak Kuliahan
Untuk pengguna jasa rental pria, Rey menyebut membatasi usia dari usia 20 hingga 32 tahun. Meskipun rerata usianya antara 20 sampai 25 tahun atau mahasiswa.
Kebanyakan di antara mereka menggunakan jasa rental pria untuk menemani ngobrol seputar hubungan asmara, keluarga hingga perkuliahan.
"Kebanyakan sih cenderung pengen butuh temen ngobrol aja, mereka kesepian," imbuhnya.
Lebih lanjut, Rey mengungkapkan jasa rentalnya tak menerima klien yang sudah berkeluarga.
"Untuk ngejaga aja supaya kondusif, kami tak menerima klien yang sudah berkeluarga," katanya.
Ia menyebut ada treatment yang berbeda untuk masing-masing klien, terutama mereka yang masih anak kuliahan dengan yang usianya sudah beranjak dewasa.
Untuk klien yang di atas 30 tahun, sebelum hari H akan dilakukan observasi terlebih dulu. Tujuannya untuk menyesuaikan diri satu dengan lainnya.
"Sebelum ketemu di hari H, kami biasanya melakukan 2 sampai 3 kali telepon untuk menyesuaikan kita sama sifat mereka seperti cara ngobrol mereka, cara interaksinya jadi biar pas ketemu kita ngga kaku-kaku amat," jelasnya.
Jadi Pacar Bohongan, Kena Tipu hingga Diajak begituan
Selama memberikan layanan rental pria, Rey mengaku ada beragam hal unik yang pernah dialaminya. Di antaranya pernah menjalani misi sebagai pacar bohongan.
Rey bercerita pernah mendapat klien yang tengah dijodohkan oleh orangtuanya, tetapi ia tak setuju dengan keputusan itu. Demi menghindari perjodohan itu, ia kemudian meminta Rey untuk menjadi pacar bohongannya.
"Misi itu berhasil, orang tuanya percaya," terangnya.
Selain jadi pacar bohongan, Rey juga pernah menghadapi salah satu kliennya yang baper. Ia bahkan pernah nyaris diajak untuk melayani lebih dari teman ngobrol.
"Pernah juga waktu itu ada salah satu klien yang mungkin lupa kebawa perasaan sampai ada yang ngajak begituan ada tindakan yang mancing-mancing juga. Kalo mereka udah booking dan setor uang buat DP ya akhirnya kita balikin disertai permintaan maaf kita gak bisa ngelakuin hal-hal seperti itu," ungkapnya.
Pengalaman lainnya, Rey mengaku pernah mendapat klien yang nakal. Ia bercerita pernah dapat klien di Jawa Timur, saat itu sudah menemani klien tetapi endingnya kena tipu tidak dibayar bahkan nomor telponnya diblokir.
"Di salah satu kota di Jawa Timur kita udah ngelakuin nonton, makan keliling kota, main timezone juga, tapi setelah pulang kita diantar ke terminal dia bilangnya transfer tapi setelah 1-2 jam belum masuk dan nomor kita diblokir," ungkapnya.
Pacar Keberatan
Menjalani profesi sebagai rental pria bagi Rey jadi tantangan sendiri, selain harus menghadapi klien dengan berbagai karakter, profesinya itu sempat ditentang sang pacar.
Ia mengungkapkan saat awal-awal pacarnya keberatan dengan profesi yang dilakoninya. Tetapi setelah diberi pengertian, pacarnya mau memahami.
"Dia tau kok profesiku, awalnya ya keberatan, tetapi terus aku jelasin bahwa usaha ini itu murni jasa dan lebih jauh ngejalanin usaha ini biar bisa mencukupi kebutuhan ekonomi kelak," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depannya ingin membangun bisnis rental pria ini jadi lebih luas. Ia juga berharap kelak tak lagi terjun sendirian, tetapi bisa merekrut orang untuk menjadi penyedia jasa selanjutnya.
"Untuk jangka panjang ya pengennya makin besar ada yang jasa perempuan juga dan keluarga seperti halnya family romance di Jepang. Dan saya juga ga harus turun lagi tapi ada partner yang bisa gantiin di kemudian hari," tambahnya.
Berita Terkait
-
Makna Tersirat Prosesi Jamasan Pusaka Tombak yang Digelar Pemkot Jogja
-
Pemkot Yogyakarta Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Wijaya Mukti
-
Mengulik Kisah Penyedia Jasa Rental Pria di Jogja: Teman Curhat, Ditipu Klien hingga Diajak Begituan
-
Najwa Shihab Nyobain Makan Bubur Gudeg Jogja, Porsinya Jadi Sorotan
-
Tri Fajar Jadi Korban Meninggal Ricuh Suporter, Sang Ayah: Anak Saya Dikejar Sama yang Brutal
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Data Gempa Terbaru Gunung Awu yang Bikin Badan Geologi Khawatir
-
REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
-
Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat
-
Cari Tablet Murah yang Bisa Telepon? 4 Rekomendasi Tablet dengan SIM Card 2026 yang Layak Dipinang
-
HP Murah Redmi 15A 5G Rilis Akhir Maret: Usung Chip Mumpuni dan Baterai Jumbo
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Misi Mencari Cuan Jalur Langit: Cek Shio-mu, Siapa Tahu Takdirmu Jadi Miliarder Setelah Opor Habis
-
Quartararo Abaikan Hasil MotoGP Brasil, Salip Marc Marquez Lebih Penting di Tengah Masa Sulit
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan