/
Selasa, 09 Agustus 2022 | 10:10 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memimpin kadernya di KPU. (Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraBandung.id - Kancah politik nasional semakin memanas jelang tahun politik 2024. Sejumlah partai sudah menyiapkan diri untuk mencari siapa calon presiden yang layak dipilih rakyat untuk 2024 nanti.

Dari deretan partai politik yang masuk syarat ambang batas, hanya PDI Perjuangan yang secara partai bisa mengusung calon presiden tanpa koalisi.

Saat ini ada beberapa nama calon presiden yang sudah muncul di permukaan. Misal, Puan Maharani dan Ganjar Pranowo yang kerap disebut-sebut kader dan publik sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan.

Atas peta politik yang ada saat ini, Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon mengaku dirinya mengusung ketua DPR RI, Puan Maharani, maju sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2024. 

Akan tetapi, orang dalam PDI Perjuangan ini melihat ada sisi lain yang bisa jadi perhitungan dalam penentuan capres.

Effendi mengatakan, jika melihat hasil survei dan soal kualitas pemimpin kelas dunia, nama Prabowo Subianto menjadi yang terdepan.

Hal ini disampaikan oleh Effendi Simbolon dalam diskusi politik di kanal Youtube Total Politik. 

Menurut Effendi, sebagai seorang pemimpin, Prabowo Subianto memiliki catatan bagus di kancah internasional.

"Saya kan bilang kalau saya pribadi mengusung mba Puan (Maharani), tapi kalau melihat dari kualitas, kualitas yang tersedia, yang muncul di publik, yang melalui survei, ya masih mempunyai kemampuan yang bisa kita andalkan untuk berada di kancah komunitas dunia, yah pak Prabowo," ucap Effendi Simbolon seperti dikutip SuaraBandung.id dari Suara Bekaci.id.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Orang Paling Berpengaruh akan Umumkan Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Sadis Brigadir J Selasa Sore Ini

"Saya bukan bicara soal bahasa Inggris lho, tapi dia coba berbicara di podium-podium besar, di UN (United Nations), World Bank, bayangkan kalau pak Prabowo presiden dan Menteri Perekonomiannya bang Rizal (Ramli), wah kita gak ngemis-ngemis sama World Bank," tambah Effendi Simbolon.

Load More