/
Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:24 WIB
Eks Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo. Sebelum kasus penembakan Brigadir J, Ferdy Sambo pernah bicara soal masalah keluarga dan pencabutan izin senpi. (instagram.com @divpropampolri)

SuaraBandung.id - Rupanya apa yang dikatakan dalam "ceramah", tidak sesuai dengan kenyataan. Hal itu yang tergambar dalam kasus tersangka otak pembunuhan Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo.

Sejatinya Irjen Ferdy Sambo dijuluki polisinya polisi. Dia begitu fasih dan hatam soal izin dan protap penggunaan senjata api.

Bahkan Ferdy Sambo pernah ceramah panjang lebar soal bagaimana anggota Polri dipantau secara ketat dalam penggunaan dan izin soal senjata api alias senpi.

Namun, fakta di lapangan Irjen Ferdy Sambo malah tergelincir pada omongan sendiri yang dilanggar.

Dalam "ceramah" panjang lebar, Irjen Ferdy Sambo juga mengatakan sangat mengawasi ketat seluruh anggota Polri.

Bahkan Irjen Ferdy Sambo mengatakan, pengawasan dilakukan sampai pada tingkat keluarga anggota Polri.

Irjen Ferdy Sambo tak segan mencabut izin dan mengamankan senjata api dari anggota Polri yang sedang memiliki masalah keluarga.

Seperti diketahui jika Irjen Ferdy Sambo menjadi sorotan publik usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Pernyataannya di ruang publik kini kembali disorot, salah satunya saat dirinya menjelaskan soal aturan penggunaan senjata api terhadap anggota.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Setahun Jadi Misteri, Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Diduga Ditangkap, Ternyata Bukan Orang Sembarang

Pernyataan ini disampaikan Ferdy Sambo dalam sebuah rapat terbuka yang potongan videonya diunggah akun TikTok @polres_trenggalek.

Dalam pemaparannya, Ferdy Sambo menyebut soal beberapa aturan penggunaan senjata api agar tidak disalahgunakan anggota Polri.

"Ada beberapa strategi pencegahan penyalahgunaan senjata api yang kami sampaikan kepada peserta vicon. Yang pertama pengetatan pengajuan senpi dengan tes psikologi. Yang kedua pengawasan dan pengecekan mental terhadap pemegang senjata api dilakukan secara berkala," kata Ferdy Sambo dikutip Suara.com, Rabu (10/8/2022) dari video yang diunggah pada 18 Februari tersebut.

Dalam pertemuan itu pula, Ferdy Sambo juga membahas contoh kasus apabila ada permasalahan keluarga, senjata api harus dicabut dari anggota yang bersangkutan.

"Apabila ada anggota yang memegang senjata api kemudian bermasalah dengan keluarga, dengan lingkungannya, segera dicabut pada kesempatan pertama sehingga tidak berdampak kepada institusi nantinya," lanjut Ferdy Sambo.

Ia juga menyarankan soal pengawasan secara rutin penggunaan senjata api oleh anggota ini.

Load More