/
Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:09 WIB
Jauh sebelum skenario itu terbongkar, video dramatis sempat viral saat Irjen Ferdy Sambo menangis dan memeluk Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran. (kolase foto)

SuaraBandung.id - Publik dibuat geger dan marah setelah adanya jenderal dan perwira menengah Polri diduga ikut terseret dalam skenario baku tembak Bharada E dan Brigadir J, serta adanya pelecehan seksual pada Putri Candrawathi.

Jauh sebelum skenario itu terbongkar, video dramatis sempat viral saat Irjen Ferdy Sambo menangis dan memeluk Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran. Video pelukan itu kembali menjadi sorotan setelah Kapolri menetapkan Irjen Ferdy Sambo jadi tersangka.

Banyak pertanyaan muncul, apakah Fadil Imran mengetahui atau ikut terbawa arus informasi bohong yang diskenariokan Irjen Ferdy Sambo?

Saat itu publik memberikan komentar yang beragam atas adegan saling peluk yang sangat erat antara Sambo dan Fadil Imran.

Berikut adalah informasi mengenai Fadil Imran Kapolda Metro Jaya yang disorot kedekatannya dengan Ferdy Sambo.

Fadil Imran yang menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya kini sedang dicari netizen buntut video viral berpelukan dengan Ferdy Sambo yang kini berstatus tersangka kasus Brigadir J.

Dikutip dari Antara, Fadil Imran merupakan pria kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi Selatan pada 14 Agustus 1968.

Fadil Imran termasuk anggota Polri yang memiliki karier cemerlang. Namanya meroket setelah mengumumkan tembak-menembak antara Polri dan Laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab.

Irjen Fadil Imran dilantik sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya) menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana.

Baca Juga: Terhasut Omongan Ferdy Sambo, 4 Perwira Polda Metro Jaya Ditahan, Ada Rekam Jejak Kasus KM 50 dan Penembakan 6 Pengawal Habib Rizieq

Tentang penetapan Fadil Imran berdasar pada keputusan yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3222/XI/Kep/2020 dan ditandatangani oleh Irjen Sutrisno Yudi Hermawan, Asisten Kapolri Bidang SDM.

Fadil Imran mulai banyak dikenal saat pasang badan dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Habib Rizieq Shihab hingga berakhir di penjara.

Setelah kasus Habib Rizieq selesai, nama Fadil Imran meredup lagi. Kemudian kembali mencuat saat video singkat berpelukan dengan Sambo beredar.

Dalam video, Fadil Imran berpelukan dengan Ferdy Sambo di Mabes Polri sekitar enam hari setelah Brigadir J tewas di rumah dinas Kadiv Propam.

Fadil Imran dan Ferdy Sambo berdiri lalu saling berpelukan hingga Ferdy Sambo tak kuasa menahan tangis.

Kekayaan Fadil Imran 

Fadil Imran melaporkan harta kekayaannya ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK.

Melihat hasil laporan tertanggal 26 November 2020, Fadil Imran memiliki harta kekayaan senilai Rp4,2 miliar.

Dari rincian di lhkpn KPK, Fadil Imran memiliki tanah seluas 688 meter persegi di Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian memiliki Rp1,3 miliar, dan tanah seluas 1080 meter persegi di Kota Bandar Lampung dengan Rp1,08 miliar.

Fadil Imran melaporkan kepemilikan mobil Toyota Innova Venturer tahun 2019 seharga Rp300 juta. Lalu melaporkan kas dan setara kas mencapai Rp1,49 miliar.

Biodata lengkap Kapolda Metro Jaya Fadil Imran

Nama: Mohammad Fadil Imran / Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si.

Tempat, tanggal lahir: Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1968

Umur: 53 tahun

Istri: Ina Adiati

Lulusan Akademi Kepolisian (1991)

Pangkat kepolisian: Irjen Pol (Inspektur Jenderal Polisi)

Karir kepolisian:

Wakasat Sabhara Polres Metro Jakarta Barat

Kapolsek Metro Cengkareng (1999)

Kapolsek Metro Tanah Abang (2002)

Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2008)

Kapolres KP3 Tanjung Priok (2008)

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009)

Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2011)

Dirreskrimum Polda Kepri (2011)

Kapolres Metro Jakarta Barat (2013)

Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2015)

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016)

Wadirtipideksus Bareskrim Polri (2016)

Dirtipidsiber Bareskrim Polri (2017)

Dirtipidter Bareskrim Polri (2018)

Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri (8 November 2019 - 1 Mei 2020)

Kapolda Jawa Timur ke-25 (1 Mei 2020 - 16 November 2020)

Kapolda Metro Jaya (sejak 16 November 2020).

Load More