/
Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:07 WIB
Eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo dan mendiang Brigadir J. (dokumen propam)

SuaraBandung.id - Entah apa yang sedang terjadi sebenarnya dalam tubuh Polri, hingga secara berjemaah bisa terhasut ucapan Irjen Ferdy Sambo atas pelecehan dan saling tembak menembak di Duren Tiga yang melibatkan Brigadir J dan Bharada E.

Akan tetapi skenario Irjen Ferdy Sambo soal pelecehan seksua dan tembak menembak telah dibantah "kepala ular", Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prawabowo.

Mabes Polri mengumunkan hasil kerja timsus untuk membongkar kematian Brigadir J, yang ternyata banyak menyeret nama petinggi di tubuh Polri.

Hingga saat ini baru empat  perwira menengah yang terdampak, dan harus ditahan di Biro Provost Mabes Polri.

Diduga keempat perwira menengah itu melanggar kode etik dan tidak profesional. Disebutkan secara spesifik jika mereka melanggar aturan dalam menangani tempat kejadian perkara pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo. 

Keempatnya masing-masing adalah personel Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya yang saat ini berada di tempat khusus (Patsus). 

Dari empat perwira menengah yang ditahan, ada tiga yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Kemudian satu orang lainnya berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kompol). 

"Betul, hasil riksa dan gelar kemarin malam ditetapkan empat Pamen PMJ (Polda Metro Jaya) yaitu tiga AKBP dan satu Kompol menjalankan Patsus di Biro Provost Mabes Polri," katanya, Sabtu (13/8/2022). 

Mereka yang berpangkat AKBP adalah Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Handik Zusen.

Baca Juga: Istri Ferdy Sambo Segera Digarap Timsus, Nasib "Korban" Pelecehan Brigadir J di Ujung Tanduk

Kemudian Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Raindra Ramadhan Syah 

Lalu ada Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya, AKBP Pujiyarto. Kemudian yang keempat adalah Kanit Dua Jatanras Polda Metro Jaya, Kompol Abdul Rohim. 

Dari keempatnya, dua di antara yang ditahan pernah terlibat langsung dalam perseteruan dengan Habib Riziek Shihab.

Misal, AKBP Handik Zusen saat itu menjadi komandan pengejar rombongan Habib Rizieq Shihab.

AKBP Handik Zusen adalah lulusan Akpol pada tahun 2003 yang sudah cukup lama berkarier di Polda Metro Jaya. 
        
Handik Zusen pernah mendudukui jabatan Kanit V Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya. 

Selain itu, Handik Zusen adalah yang menjadi komandan dalam insiden pembuntutan rombongan Habib Rizieq.

Load More