2. Akting Ferdy Sambo
Setelah kejadian pembunuhan sadis, Ferdy Sambo masih berakting.
Saor Siagian menilai jika Ferdy Sambo mencoba menceritakan kembali peristiwa saat pemeriksaan yang dilakukan Timsus Mabes Polri.
Ferdy Sambo saat itu berakting, dirinya meminta maaf terhadap institusi Polri dan menyatakan bela sungkawa kepada almarhum Brigadir J yang telah dibunuh dengan kekuasaannya.
"Saya masih ingat betul. Waktu dia (Ferdy Sambo) diperiksa oleh timsus. Kemudian dia (Ferdy Sambo) mengatakan dengan gagahnya begini, saya minta maaf terhadap Institusi Kepolisian. Turut berduka cita pada saudara almarhum Brigadir J," kata sang pengacara.
3. Menjual istri
Namun dibalik itu semua, Ferdy Sambo justru mengorbankan banyak orang. Bahkan menjual istrinya, Putri Candrawathi untuk membuat kebohongan dengan pengakuan keji yang tak pernah dilakukan Brigadir J.
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi diduga membuat laporan palsu jika dirinya telah dilecehkan Brigadir J.
"Ternyata apa yang terjadi. Dia (Ferdy Sambo) jual istrinya. Kemudian membuat laporan palsu dengan pelecehan seksual. Tapi, fakta detik ini. Fakta hukum bahwa itu sudah digagalkan," katanya.
Baca Juga: Dengan Gagahnya Ferdy Sambo Bicara Harga Diri, Harkat dan Martabat, Saor Siagian: Menjijikan
"Artinya, dia mampu jual keluarganya hanya satu desain kebohongan yang sangat serius. Sekarang ternyata telah dijerat pasal 340," kata Saor Siagian tegas dan serius.
4. Menjijikan
Saor Siagian kemudian menyebut, Ferdy Sambo sangat menjijikan dan sadis atas apa yang diperbuat pada Brigadir J.
Setelah membunuh anggota Polri secara paksa dan sadis, Ferdy Sambo juga menyeret anggota Polri lainnya terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Ada 36 anggota Polri yang disiksa karirnya bahkan bisa saja mati oleh tindak tanduk otak Ferdy Sambo.
"Ini menurut saya sesuatu yang menjijikkan. Bagaimana Anda masih bicara harga diri. Ada seorang jiwa raganya mati, namanya Yoshua. Kemudian ada 36 orang lain polisi yang jiwanya mati," jelasnya.
5. Gagahnya Ferdy Sambo
Saor Siagian tak habis pikir, mengapa Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo dengan gagahnya menyebut harga diri, harkat dan martabat usai diperiksa tim khusus alias timsus.
Bagi Saor Siagian, Ferdy Sambo sangat menjijikan jika melihat apa yang dia lakukan dalam merekayasa pembunuhan Brigadir J.
6. Lampu merah
Lantas Saor Siagian memberikan ilustrasi, bagaimana matinya jiwa kepolisian yang diakibatkan oleh kejahatan Ferdy Sambo.
Saor Siagian mengilustrasikan saat posisi ada di lampu merah. Kata dia, semua orang tahu jika lampu merah itu semua kendaraan harus berhenti.
Mengapa pengendara di jalan semua berhenti saat melihat lampu merah? Saor Siagian menyebut jika di dalam dirinya masih ada jiwa untuk mentaati aturan.
"Saya kasih ilustrasi. Katakanlah di lampu merah setiap orang tahu (berhenti). Yang punya mata, lampu merah itu berhenti. Tapi saya pastikan tidak semua orang kemudian mau berhenti, karena apa? Karena yang menggerakkan jiwanya," ucap Saor Siagian.
7. Terseret 36 anggota Polri
Sekarang, kata Saor Siagian, kita lihat mengapa anggota polisi yang ada di TKP dan mendukung Ferdy Sambo tidak mampu menggerakkan jiwanya sebagai manusia dan sebagai anggota Polri.
"Sekarang yang 36 ini (anggota polisi) mati jiwa kepolisiannya. Ada yang mati (Brigadir J) temannya. Ada CCTV yang dirusak, TKP yang dirusak, bukan malah disidik, tapi ditutupi karena kerjaan siapa? Karena Ferdy Sambo," kata Saor Siagian berbicara tegas.
Bahkan lebih dari itu, Saor Siagian menjelaskan kemungkinan besar dan kuat dugaan jika istri Ferdy Sambo bakal ikut terjerat dalam kasus ini.
"Dia (Ferdy Sambo) masih bicara harga diri. Bayangkan istrinya (Putri Candrawathi) kemarin terjerat pasal 340 karena di TKP hanya 5 orang. Kata Kabareskrim 4 telah tersangka yaitu Bharada E kemudian RR kemudian kuat sama dengan apa namanya Ferdy Sambo," kata Saor Siagian tegas.
8. Haru tersangka
Saat ini apa yang dilakukan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang membuat laporan palsu dan juga berita bohong tentang pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J, harus menjadi konsekuansi hukum.
Lalu, tak terbayangkan saat anak Ferdy Sambo diajak ke Mako Brimob hanya untuk menguatkan jika sang ibu dilecehkan.
"Anaknya diajak ke Brimob hanya kembali mengatakan kami dilecehkan. Inilah menurut saya menjijikan," kata Saor Siagian.
9. Bagi-bagi amplop
Bahkan Saor Siagian menduga, setelah proyek baku tembak dan pelecehan itu gagal, Ferdy Sambo bermain uang dalam kasus ini.
"LPSK kemudian mengatakan ketika mereka memeriksa Ferdy Sambo ke Kadiv Propam dia disodorkan dua amplop warna coklat, yang tebal uangnya 1 cm," kata Saor Siagian.
Di sana Saor Siagian menyebut, apakah soal uang itu dikondisikan penasehat Polri yang bernama Fahmi?
"Kita tidak tahu. Apakah orang-orang yang dikondisikan tersebut yaitu penasehat Polri Fahmi yang membuat rilis membantu itu (laporan baku tembak dan pelecehan). Apakah seperti LPSK menolak atau dia menerima?" tegasnya sambil mempertanyakan.
Saor Siagian juga membeberkan soal janji uang miliaran yang akan diberikan pada tiga tersangka pembunuh Brigadir J.
"Bharada E dijanjikan Rp1 miliar, RR Rp500 juta kemudian, Kuat juga Rp500 juta," terangnya.
Belum laga kata Saor Siagian, ada dugaan jika aliran uang Ferdy Sambo juga ada yang mengalir ke DPR.
"IPW juga mengatakan dugaan uang mengalir (dari Ferdy Sambo) juga ke DPR. Bagaimana, apakah mereka ini juga sudah menerima?" kata Saor Siagian mempertanyakan.
"Itu sebabnya, tampak hari ini melaporkan bahwa ada pusaran uang yang barangkali dipakai sekarang setelah proyek namanya pelecehan seksual itu gagal. Dia (Ferdy Sambo) buat lagi modus, yaitu dengan pengkondisian," kata Saor Siagian menjelaskan dugaannya.
Sumber: YouTube Indonesia Lawyers Club
Berita Terkait
-
Dengan Gagahnya Ferdy Sambo Bicara Harga Diri, Harkat dan Martabat, Saor Siagian: Menjijikan
-
Terbongkar Semua, Kejahatan Ferdy Sambo Berani Jual Istri dan Anak Buah hingga 36 Polisi Mati Jiwanya demi Tutupi Kematian Brigadir J
-
Diseret ke Magelang, Kesaksian ART Ferdy Sambo Soal Adegan di Sofa dan Kamar Putri Candrawati Diragukan, Setimpal Nyawa Brigadir J yang Dihabisi?
-
AKP Rita Akhirnya Muncul Juga? Panjang Lebar Bahas Ferdy Sambo hingga Singgung Soal Keadilan, Ada Satu Kalimat Pendek untuk Brigadir J
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Negara Gagal Biayai Wajib Belajar, Anak Miskin Malah Disandera Ijazahnya
-
Viral! Patwal RI 21 Pepet Mobil Warga di Senayan, Pengemudi Protes Dipaksa Berhenti
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Harry Kane Tempel Lionel Messi di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026
-
4 Sepeda Elektrik Polygon dengan Baterai Tahan Lama dan Kayuhan Ringan
-
Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?
-
PSSI Pastikan Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Sakit Hati Sering Dimarahi, Plencung Balas Dendam Curi Motor Pelanggan Bengkel Kakak Ipar
-
Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus
-
Sinopsis Road to Success, Drama China Terbaru Esther Yu dan Chen Jing Ke