SuaraBandung.id - Dari penetapan tersangka kelima kasus pembunuhan Brigadir J, ditemukan fakta mengerikan.
Lokasi Duren Tiga sebagai tempat Brigadir J dieksekusi mati ternyata bukan sebuah kebetulan.
Brigadir J diduga digiring ke Duren Tiga Jakarta Selatan, untuk dieksekusi mati.
Selain itu, ada pembicaraan siapa yang akan mengeksekusi mati Brigadir J di lantai tiga di mana istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ada di sana.
Tentang temuan itu, diungkap langsung Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol. Agus Andrianto.
Agus mengungkapkan sebelum pembunuhan Brigadir J, ada peran Putri Candrawathi.
Tersangka kelima pembunuhan Brigadir J ini rupanya ikut dalam skenario yang dibuat suaminya, Ferdy Sambo.
"Mengikuti skenario yang dibangun oleh FS," kata Agung saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (20/8/2022) seperti dikutip bandung.suara.com pada Minggu (21/8/2022).
Untuk menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka, dijelaskan Agus berdasar pada keterangan para saksi dan alat bukti yang ada (fakta penyidikan).
Setelah itu lengkap, jenderal bintang tiga itu mengatakan penyidik langsung menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka bersama suaminya, Ferdy Sambo.
Dari barang bukti CCTV yang diamankan polisi, sangat jelas Putri Candrawathi terekam kamera CCTV berada di tempat kejadian perkara.
Keberadaan istri Ferdy Sambo tersebut terekam baik sebelum, sesaat, maupun sesudah, penembakan Brigadir J.
Posisi Putri di lantai tiga saat itu, diduga sudah mengarah pada perencanaan eksekusi mati Brigadir J bersama Bharada E dan Bripkan RR.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Tidur Beserta Artinya
"(Putri) ada di lantai tiga ketika Ricky dan Richard saat ditanya kesanggupan untuk menembak almarhum Josua," kata Agus menjelaskan.
Selain itu, lokasi dari rumah pribadi Ferdy Sambo ke Duren Tiga ternyata atas ajakan Putri Candrawathi.
Saat itu Brigadir J seperti digiring ke Duren Tiga, lalu dieksekusi Bharada E. Dikatana Agus, Putri adalah yang mengajak berangkat tersangka RE, tersangka RR, tersangka KM, dan korban Brigadir J ke Duren Tiga.
Selain itu, Putri Candrawathi juga diduga bersama Ferdy Sambo yang merencanakan memberikan uang miliaran jika anak buahnya sukses membunuh Brigadir J. "Bersama FS saat menjanjikan uang kepada RE, RR, dan KM," ungkapnya.
Sebagai informasi, penyidik tim khusus Polri menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka kelima dalam pembunuhan berencana Brigadir J di Duren Tiga Jakarta Selatan.
Putri Candrawathi bersama suaminya, Ferdy Sambo, serta tiga tersangka lainnya Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Brigadir Kepala Ricky Rizal (Bripka RR) dan Kuat Ma'aruf dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati.
Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun istri Ferdy Sambo ini tidak ditahan. Alasan yang diberikan Putri adalah kondisi dirinya yang sedang sakit dan meminta izin selama 7 hari.
Polisi menyebut, surat keterangan sakit Putri Candrawathi ini dilayangkan sehari sebelum penyidik melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka pada hari Kamis (18/8/2022).
Dalam kasus pembunuhan Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo ini berdampak besar bagi institusi Polri.
Bagaimana tidak, efek dari skenario jahat Ferdy Sambo ini menyeret 83 personel Polri.
Ke-83 anggota Polri ini turut diperiksa, lantaran diduga melanggar prosedur tidak profesional dalam menangani TKP Duren Tiga.
Dari total 83 anggota Polri yang bermasalah ini, sebanyak 35 orang direkomendasikan untuk dilakukan penempatan khusus (patsus).
Sementara dari 35 orang tersebut, 18 orang telah dilakukan patsus, tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer atau Bharada E, dan Ricky Rizal atau Bripka RR.
Sedangkan dari 15 orang yang menjalankan patsus, ada enam orang yang diduga kuat terlibat tindak pidana menghalangi penyidikan perkara pembunuhan berencana Brigadir J yang terjadi pada Jumat, (8/7/2022).
Keenam orang tersebut adalah:
- Irjen Pol. Ferdy Sambo (tersangka 340)
Berita Terkait
-
Kuwat Ma'ruf Tutupi Masalah Besar di TKP Magelang, Bharada E Sampai Diusir dan Diminta Tidak Ikut Campur
-
Ada Wanita Lain di Rumah Ferdy Sambo, TKP Magelang Mulai Terang, Brigadir J Dipisahkan dari Putri Candrawati
-
Beredar Kabar Panglima TNI Andika Perkasa Sikat Sindikat Ferdy Sambo di Bisnis Narkoba, Cek Fakta di Sini
-
Cerita Patra M Zen Bisa Langsung Percaya Istri Ferdy Sambo Dilecehkan, Cuma Baca Berkas tanpa Bertemu Putri Candrawathi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Hadirkan Petualangan Baru, Serial Animasi Stranger Things: Tales From 85 Tayang April 2026
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
On Point! 4 Inspirasi Street Style ala Juhoon CORTIS buat Daily OOTD-mu
-
Derbi Panas hingga Big Match di GBK, Ini Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-20
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Rencana Pendidikan Solo 2026, Respati Fokus Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pembelajaran
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat