SuaraBandung.id – Sambil menyebut nama seorang jenderal bintang tiga, mantan pengacara Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Deolipa Yumara, mengutarakan isi hatinya.
Deolipa Yumara mengaku meminta maaf, jika selama ini dinilai ada perbuatan dan salah-salah kata dalam berbicara di hadapan publik melalui medi
Permintaan maaf Deolipa Yumara ini ditujukan langsung pada jendereal polisi bintang tiga yang saat ini tengah menjadi sorotan di kasus pembunuhan Brigadir J atas perintah Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.
Bahkan tanpa ragu, Deolipa Yumara tanpa ragu mengundang sang jenderal untuk bertemu di acaranya.
Deolipa Yumara menyatakan diri ingin meminta maaf langsung dengan cara memeluk sang jenderal.
Lebih dari itu, Deolipa Yumara menyatakan perdamaian pada sang jenderal jika dinilai selama ini keberadannya tidak sesuai dengan keingingan.
Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto
Seperti diketahui jika awalnya, Deolipa Yumara berencana Komjen Agus Andrianto.
Deolipa Yumara menilai jika jenderal bintang tiga di tubuh Polri tersebut telah menyindirnya.
Mantan pengacara Bharada E ini mengatakan akan melaporkan Kabareskrim Polri dengan dugaan langar Undang-Undang ITE.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Tidur Beserta Artinya
Kemudian beberapa kali di acara undangan televisi, Deolipa Yumara kerap menyindir sosok jenderal berkumis.
Apakah Deolipa Yumara dalam hal ini meminta maaf pada Kabareskrim? Deolipa Yumara menyatakan secara langsung dirinya meminta maaf terkait bahasa-bahasa yang kerap disampaikanya di depan publuk melalu acara televisi.
Dalam pernyataan minta maaftnya, Deolipa Yumara menyebut satu nama, yakni jenderal bintang tiga di tubuh Polri, Komjen Agus Andrianto.
"Saya meminta maaf kepada Bapak Agus Andrianto, yaitu Kabareskrim Polri," kata Deolipa Yumara.
Bahkan Deolipa Yumara juga menyebut nama koleganya, yang sama-sama meminta maaf pada Kabareskrim Polri.
"Saya selaku pribadi, bersama Pak Burhanuddin (pengacara), meminta maaf kepada Pak Kabareskrim," kata Deolipa Yumara.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Kabar Bunker Berisi Rp900 Miliar di Rumah Milik Ferdy Sambo, Jenderal Bintang Dua Ini Sebutkan Hasil Temuan Timsus di TKP
-
Ferdy Sambo Dalangi Pembunuhan Brigadir J hingga Pernah Tangani Tragedi KM 50, Cuitan Fadli Zon Banjir Dukungan
-
Kekayaan Irjen Fadil Imran dan Anaknya Jadi Sorotan, Jabatan Kapolda Metro Jaya Terancam Copot Efek Ferdy Sambo
-
Mengerikan! Brigadir J Diduga Digiring ke Duren Tiga, Pembicaraan di Lantai Tiga Siapa Bertugas Menjalankan Eksekusi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?