SuaraBandung.id - Publik dikejutkan dengan adanya isu sebuah bunker di dalam rumah pribadi milik Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.
Bunker tersebut dikabarkan penuh dengan uang yang mencapai Rp900 miliar yang diduga hasil dari bisnis tak halal yang jenderal yang kini menjadi tersangka dalang pembunuhan berencana Brigadir J.
Tentang munculnya isu, Mabes Polri langsung buka suara. Mabes Polri membenarkan adanya isu tersebut.
Meski muncul isu tersebut, Polri memastikan kabar atau informasi yang menyatakan ditemukannya bunker berisi tumpukan uang Rp900 miliar di rumah Irjen Ferdy Sambo, adalah tidak benar.
Dikutip dari PMJ News pada (21/8/2022), Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan pada Sabtu (20/8/2022), hasil temuan Timsus tidak menemukan tentang informasi uang Rp900 miliar maupun bunker di rumah Ferdy Sambo.
"Berdasarkan informasi dari tim khusus yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat Irjen FS (Ferdy Sambo), info soal bunker Rp900 miliar tidak benar," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo.
Dalam membongkar kasus kematian Brigadir J, Dedi membenarkan jika timsus bergerak ke beberapa TKP dan melakukan penggeledahan.
Namun, di setiap penggeledahan yang dilakukan timsus, tidak pernah ada informasi mengenai temuan Rp900 juta.
Meski begitu, Dedi mengatakan, apa saja yang disiti di beberapa TKP termasuk rumah Ferdy Sambo akan dibuka di persidangan.
"Apa saja yang disita (barang bukti) itu untuk pembuktian nanti di persidangan. Timsus melakukan penyidikan dengan langkah pro justitia," ujar Dedi.
Mengenai munculnya isu temuan Rp900 juta di bunker rumah Ferdy Sambo, jenderal bintang dua ini meminta masyarakat tidak mudah percaya.
Dedi menilai isu Rp900 juta kebenarannya tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam membongkar kasus pembunuhan Brigadir J, dikatakan Dedi, Polri terus berkomitmen mengusut perkara.
Polri tidak main-main membongkar kasus penembakan Brigadir J, dan mengusutnya secara profesional, akuntabel dan transparan.
"Tim khusus terus bekerja. Mohon sabar dan dukungannya. Komitmen kami sejak awal mengusut perkara ini sampai tuntas dengan mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation," tutup Dedi.
Sumber: PMJ News
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo Dalangi Pembunuhan Brigadir J hingga Pernah Tangani Tragedi KM 50, Cuitan Fadli Zon Banjir Dukungan
-
Kekayaan Irjen Fadil Imran dan Anaknya Jadi Sorotan, Jabatan Kapolda Metro Jaya Terancam Copot Efek Ferdy Sambo
-
Mengerikan! Brigadir J Diduga Digiring ke Duren Tiga, Pembicaraan di Lantai Tiga Siapa Bertugas Menjalankan Eksekusi
-
Kuwat Ma'ruf Tutupi Masalah Besar di TKP Magelang, Bharada E Sampai Diusir dan Diminta Tidak Ikut Campur
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Cara Memakai Cushion agar Tidak Cakey, Ikuti 7 Langkah Ini
-
Bahaya Racun Makeup Viral: Tren Glowing yang Merusak Kulit Wajah
-
7 Cara Pakai AC Low Watt agar Kamar Cepat Dingin Tanpa Boros Listrik
-
Debut Film! Cha Si Yeon Resmi Bintangi Film Layar Lebar The Pinnacle
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini
-
Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh
-
MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya
-
Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli