/
Minggu, 21 Agustus 2022 | 10:12 WIB
Kolase foto Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Mabes Polri jelaskan soal temuan timsus dalam penggeledahan di rumah Ferdy Sambo. (Instagram @kadivpropam)

SuaraBandung.id - Publik dikejutkan dengan adanya isu sebuah bunker di dalam rumah pribadi milik Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Bunker tersebut dikabarkan penuh dengan uang yang mencapai Rp900 miliar yang diduga hasil dari bisnis tak halal yang jenderal yang kini menjadi tersangka dalang pembunuhan berencana Brigadir J.

Tentang munculnya isu, Mabes Polri langsung buka suara. Mabes Polri membenarkan adanya isu tersebut. 

Meski muncul isu tersebut, Polri memastikan kabar atau informasi yang menyatakan ditemukannya bunker berisi tumpukan uang Rp900 miliar di rumah Irjen Ferdy Sambo, adalah tidak benar.

Dikutip dari PMJ News pada (21/8/2022), Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan pada Sabtu (20/8/2022), hasil temuan Timsus tidak menemukan tentang informasi uang Rp900 miliar maupun bunker di rumah Ferdy Sambo.

"Berdasarkan informasi dari tim khusus yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat Irjen FS (Ferdy Sambo), info soal bunker Rp900 miliar tidak benar," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo.

Dalam membongkar kasus kematian Brigadir J, Dedi membenarkan jika timsus bergerak ke beberapa TKP dan melakukan penggeledahan.

Namun, di setiap penggeledahan yang dilakukan timsus, tidak pernah ada informasi mengenai temuan Rp900 juta.

Meski begitu, Dedi mengatakan, apa saja yang disiti di beberapa TKP termasuk rumah Ferdy Sambo akan dibuka di persidangan.

Baca Juga: Perjuangan Nicholas Saputra Jadi Densus 88 dalam Sayap-sayap Patah, Berikut Sinopsis dan Jadwal Tayang di Bioskop Minggu 21 Agustus 2022 Kota Bandung

"Apa saja yang disita (barang bukti) itu untuk pembuktian nanti di persidangan. Timsus melakukan penyidikan dengan langkah pro justitia," ujar Dedi.

Mengenai munculnya isu temuan Rp900 juta di bunker rumah Ferdy Sambo, jenderal bintang dua ini meminta masyarakat tidak mudah percaya.

Dedi menilai isu Rp900 juta kebenarannya tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam membongkar kasus pembunuhan Brigadir J, dikatakan Dedi, Polri terus berkomitmen mengusut perkara.

Polri tidak main-main membongkar kasus penembakan Brigadir J, dan mengusutnya secara profesional, akuntabel dan transparan.

"Tim khusus terus bekerja. Mohon sabar dan dukungannya. Komitmen kami sejak awal mengusut perkara ini sampai tuntas dengan mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation," tutup Dedi.

Load More