- Kansas City, AS, memproyeksikan lebih dari 650.000 pengunjung datang selama perhelatan Piala Dunia musim panas mendatang.
- Otoritas setempat memutuskan menggratiskan transportasi massal berupa *streetcar* untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan pada 2026.
- Penyelenggara akan menambah staf dan meningkatkan frekuensi operasional *streetcar* menjadi setiap 7 hingga 8 menit.
Suara.com - Kota Kansas City, Amerika Serikat, bersiap menghadapi lonjakan besar pengunjung pada gelaran Piala Dunia musim panas mendatang. Diperkirakan lebih dari 650.000 orang akan memadati kawasan metro.
Mengantisipasi lonjakan para pendatang untuk Piala Dunia 2026 ini, otoritas setempat dikabarkan akan menggratiskan penggunaan sarana transportasi massal, streetcar atau trem kota.
Direktur Eksekutif Kansas City Streetcar Authority, Tom Gerend, menegaskan bahwa kehadiran streetcar bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan vital bagi kota tuan rumah.
“Tanpa streetcar, saya tidak yakin Kansas City akan terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia. Ini bukan sekadar transportasi pelengkap, tapi sesuatu yang sangat fundamental,” ujar Gerend dilansir dari Fox 4
Saat ini, jalur streetcar biasanya dioperasikan oleh delapan armada dengan rata-rata 11.000 perjalanan per hari.
Namun secara total, Kansas City memiliki 14 unit trem yang mampu menangani hingga 50.000 perjalanan harian bila dioperasikan penuh.
Untuk periode Piala Dunia, operator memperkirakan jumlah perjalanan bisa melonjak ke angka 30.000–35.000 per hari, bahkan mendekati kapasitas maksimal pada hari-hari tersibuk.
Sebagai langkah antisipasi, panitia KC2026 akan menambah staf dan meningkatkan frekuensi perjalanan menjadi setiap 7–8 menit, lebih cepat dibanding interval normal 10–15 menit.
Streetcar akan menghubungkan berbagai destinasi populer di sepanjang Main Street, termasuk kawasan kuliner River Market. Restoran lokal seperti Pigwich bahkan sudah bersiap menghadapi lonjakan pelanggan baru.
Baca Juga: Target Piala Dunia 2028, FFI Mantap Pertahankan Hector Souto
Direktur operasional Pigwich, Reid Smith, menyebut sekitar 70% pelanggan mereka merupakan pengunjung pertama, dan angka itu diprediksi melonjak drastis selama turnamen.
“Begitu memasuki Juni dan Juli, orang-orang akan keluar dalam jumlah besar. Ini benar-benar situasi ‘all hands-on-deck’ bagi kami,” katanya.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Target Piala Dunia 2028, FFI Mantap Pertahankan Hector Souto
-
Timnas Indonesia Ditantang Kontestan Piala Dunia 2026 di FIFA Matchday
-
Rahasia Gelap Italia di Final Piala Dunia 1994, Ada Dua Pemain Ngumpet Saat Adu Penalti
-
Update Pencalonan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, Ternyata Ada Tantangan Berat
-
Jelang Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Belum Tutup Pintu Buat Dani Carvajal
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat
-
Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen
-
Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi
-
Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang
-
3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan