- Ratusan umat Katolik berunjuk rasa di Kedutaan Besar Vatikan Jakarta pada 10 Februari 2026 mempertanyakan pengunduran diri Uskup Bogor.
- Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM mengundurkan diri sebagai Uskup Bogor pada Januari 2026, meski usianya belum mencapai batas 75 tahun.
- Paskalis sebelumnya menolak pengangkatan menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus pada Oktober 2024 karena alasan iman dan pelayanan.
Suara.com - Ratusan umat Katolik menggelar aksi Seribu Lilin dan doa di depan Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta pada Selasa (10/2/2026). Sembari membawa spanduk bertuliskan "Vatikan kami bertanya..." mereka mengungkapkan keprihatinan atas mundurnya Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM dari jabatannya sebagai Uskup Bogor.
Yustinus Prastowo, aktivis gereja yang turut hadir dalam aksi itu, dalam orasinya mengatakan umat yang berkumpul di depan Kedutaan Vatikan bukan untuk menuntut atau menghakimi, tapi untuk menyalakan lilin agar bisa melihat masalah dengan jernih.
"Cahaya lilin ini kita nyalakan untuk satu hal sederhana, namun sangat mendasar, yakni kebenaran," tegas Prastowo.
Ia menilai jika informasi simpang siur di balik mundurnya Paskalis tak dijelaskan Vatikan kepada umat, maka akan "merobek rasa aman pastoral dan mengguncang kolektivitas."
Sebagai informasi, uskup dalam Gereja Katolik ditunjuk dan diangkat oleh Paus di Vatikan. Berdasarkan aturan gereja, uskup akan mengajukan pengunduran diri kepada Paus saat menginjak usia 75 tahun.
Adapun Paskalis mengundurkan diri pada 19 Januari kemarin di usia 63 tahun. Dalam pernyataannya, Paskalis mengatakan ia menerima keputusan Paus Leo XIV yang menerima pengunduran dirinya sebagai Uskup Bogor.
“Saya menerima keputusan dari Paus Leo XIV dan tentu saja menanggalkan jabatan sebagai uskup ukan dengan rasa kehilangan, melainkan dengan kebebasan hati. Meski ada tekanan dan situasi sulit yang mengikutinya,” kata Paskalis di Bogor pada Januari lalu.
Paskalis Bruno syukur sendiri pernah mencuri perhatian pada 6 Oktober 2024 lalu, ketika ia ditunjuk sebagai Kardinal oleh mendiang Paus Fransiskus. Saat itu, Paskalis sudah menerima penunjukkan tersebut akan menjadi kardinal keempat dalam sejarah Gereja Katolik di Indonesia.
Kardinal sendiri merupakan jabatan tinggi dalam Gereja Katolik dan hanya berada satu tingkat di bawah Paus di Vatikan. Salah satu keistimewaan kardinal adalah hanya merekalah yang bisa memilih dan dipilih sebagai paus. Karenanya kardinal, yang saat ini berjumlah sekitar 245 orang, dijuluki sebagai Pangeran Gereja.
Baca Juga: Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Arwah untuk Paus Fransiskus
Akan tetapi pada 23 Oktober, Paskalis menolak pengangkatan tersebut. Vatikan, dalam siaran persnya, mengatakan Paskalis memohon untuk tidak diangkat sebagai kardinal karena masih ingin bertumbuh dalam kehidupan iman dan pelayanan pada gereja.
"Kita hargai keputusan Mgr Paskalis. Pasti Mgr Paskalis tahu yang terbaik bagi dirinya, bagi keuskupannya, dan bagi gereja pada umumnya. Kita doakan,” kata Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang juga Uskup Bandung, Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC.
Paskalis sendiri ditabiskan sebagai Uskup Bogor pada Februari 2014. Sebelum mengembang tugas tersebut, ia pernah bekerja antara lain di Papua, Jakarta, dan menempuh pendidikan di Roma, Italia.
Berita Terkait
-
Kain, Iman, dan Harapan: Perjalanan Karya Seniman Jogja hingga Panggung Natal Vatikan
-
Link Live Streaming Misa Natal di Vatikan 2025 dan Jadwal Lengkapnya
-
Hadiri Konferensi Damai di Vatikan, Menag Soroti Warisan Kemanusiaan Paus Fransiskus
-
Paus Leo XIV Turun Tangan: Desak Iran dan Israel Hentikan Balas Dendam
-
Diutus Prabowo Melayat Paus: Jokowi, Thomas, Pigai, hingga Ignasius Jonan Terbang ke Vatikan
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Iphone XS Rp 34 Juta Tak Dibayar Pemenang Lelang KPK
-
Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut
-
Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap
-
Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel
-
Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim
-
Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi