Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Choirul Anam akhirnya mengungkap skuad lama yang mengancam menghabisi pembunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Anam secara jelas mengatakan jika skuad lama yang dimaksud mendiang Brigadir J dan kekasihnya, bukanlah di lingkungan sesama ajudan Irjen Ferdy Sambo.
Anam mengatakan jika H-1 tewas atau (7/7/2022), Brigadir J disebut curhat kepada sang kekasih, Vera Simanjuntak.
Saat itu Brigadir J mengatakan pada kekasihnya mendapatkan ancaman pembunuhan dari skuad lama.
Bahkan Brigadir J sampai menangis ketika menyampaikan ancaman pembunuhan tersebut.
Klimaks komunikasi Brigadir J dan kekasih adalah, meminta belahan jiwanya itu untuk mencari lelaki lain.
Awalnya Vera mengira jika mendiang Brigadir J sedang sakit, sehingga berbicara demikian.
Di sana Brigadir J menyebut istilah 'skuat atau skuad lama ' yang mengancamnya, yang justru membuat perasaan Vera menjadi tidak tenang.
Choirul Anam lantas melakukan pemeriksaan terhadap Vera Simanjuntak. Dan diketahui dari hasil pemeriksaan jika yang dimaksud skuad lama bukanlah anggota Polri, melainkan orang dekat istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Baca Juga: Pelatih Baru Injak Kaki di Graha Persib, Umuh: Saya Perkenalkan Luis Milla, Saya Bangga Senang
Orang dekat istri Ferdy Sambo ini adalah Kuwat Ma'ruf. Dari sana kata Anam, pengakuan Vera Simanjuntak menjadi pegangan Komnas HAM.
Apa yang dikatakan Vera langsung menjadi bahan dalam penyidikan kasus kematian Brigadir J saat ini.
Dari sana juga terbongkar ancaman diduga dari Kuwat dengan kalimat. "Jadi, Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P (Putri Candrawathi). Karena membuat Ibu P sakit," sebut Choirul Anam menjelaskan.
"Kalo naik ke atas akan dibunuh," kata Choirul Anam, menjelaskan informasi yang didapat
Dari sana, baru diketahui, jika sosok skuad lama yang dimaksud ternyata bukan sesama ajudan atau sopir dari kalangan anggota Polri.
Sosok skuad lama itu adalah sopir dan ART istri Irjen Ferdy Sambo, Kuwat Ma'ruf.
Ikut merencanakan pembunuhan
Informasi yang beredar sebelumnya, Kuwat Maruf disebut ikut bersama Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan Brigadir J.
Ancaman Kuwat Ma'ruf sehari sebelum mengeksekusi polisi asal Jambi itu, ternyata benar. Bukan ancaman belaka.
Meski jabatannya hanya sebagai asisten rumah tangga (ART) merangkap sopir, namun Kuwat Maruf diikutsertakan Ferdy Sambo dalam menyusun rencana keji menghabisi Brigadir J.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, Vera Simanjuntak tanggal 7 Juli sempat berkomunikasi dengan Brigadir J.
Dalam komunikasi itu, Brigadir J mengaku pada Vera mendapatkan ancaman pembunuhan.
"Jadi, Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P (Putri Candrawathi), karena membuat Ibu P sakit. Kalo naik ke atas akan dibunuh" ungkap Choirul Anam.
Dari sana Choirul Anam bertanya pada Vera tentang siapa pengancam pembunuhan itu.
Vera menjawab, yang mengancam adalah skuad lama seperti yang beredar luas di masyarakat.
Kemudian, setelah diselidiki, ternyata pengancam yang disebut skuad lama itu adalah Kuwat Maruf.
"Kita tahu skuad lama itu yang dimaksud itu adalah Kuwat Maruf. Bukan skuad, penjaga begitu," kata Choirul Anam.
Berita Terkait
-
AKHIRNYA TERBONGKAR! Skuad Lama yang Ingin Habisi Brigadir J
-
Pengacara Sebut Parfum Brigadir J Sama Seperti Milik Istri Ferdy Sambo hingga Tembak Foto sang Jenderal
-
Suasana di Ruang Rapat Sebelum Eksekusi Mati Brigadir J, Pengacara: Bharada E hanya Menerima Perintah
-
Tak Punya Belas Kasih! Tangisan Putri Tak Mampu Hentikan Ferdy Sambo, Bharada E Ambil Posisi, Brigadir J Menurut Saja Digiring ke Tempat Eksekusi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci