SuaraBandung.id - Hasil autopsi kedua pada jasad Brigadir J telah selesai dan diserahkan pada Bareskrim Polri.
Dari rentetan peristiwa hingga munculnya hasil autopsi kedua, menggambarkan kesadisan para tersangka di hadapan Brigadir J jelang dieksekusi mati.
Dari beberapa penuturan, jika pembunuhan Brigadir J sangat sadis. Di mana para tersangka, baik yang terlibat eksekusi maupun tidak, tega dan mati hati melihat Brigadir J berjongkok mengutarakan satu permintaan pada sang jenderal.
Dari kelima orang yang empat di antaranya menghadapi situasi pembunuhan eksekusi mati Brigadir J, tidak ada satupun yang mundur, apalagi berkata untuk berhenti melakukan rencana jahat menghabisi nyawa Brigadir J.
Peristiwa Jumat berdarah di rumah dinas itu satu di antaranya diungkap mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara.
Pengacara berambut gondrong ini menceritakan detik-detik pembunuhan Brigadir J berdasar cerita saksi hidup di lokasi kejadian.
Saat itu Brigadir J tak kenal lelah apalagi menolak perintah sang jenderal untuk melakukan perjalanan dari rumah pribadi ke Duren Tiga, Jakarta Selatan, tempat dirinya akan dieksekusi mati.
Saat tiba di Duren Tiga TKP pembunuhan, Brigadir J tidak langsung masuk ke rumah. Brigadir J saat itu diam di taman, sedang "menunggu" ajal datang.
Deolipa Yumara mengatakan, kemudian, Brigadir J menjalankan perintah yang terakhir dari sang jenderal.
Brigadir J diperintahkan masuk ke dalam rumah dan disuruh untuk berjalan jongkok.
Entah apa perasaan Brigadir J saat mendapat perintah. Namun yang pasti Brigadir J sudah tahu bahwa dirinya akan dihabisi sesuai ancaman "skuad lama" sehari sebelum kematiannya datang.
Saat tiba di hadapan Ferdy Sambo, rambut Brigadir J kemudian dijambak. Bharada E sang eksekutor melihat jelas bagaimana Brigadir J mengucap satu permohonan pada Jenderal Ferdy Sambo.
Ketika itu kata Deolipa Yumara, Brigadir J jelas menyebutkan permintaan terakhirnya, yakni agar Ferdy Sambo tak membunuhnya.
Akan tetapi, permintaan Brigadir J ini tidak ada yang memperdulikannya. Hingga akhirnya muncul perintah Ferdy Sambo pada Bharada E untuk menembak Brigadir J.
Sementara itu, hasil tindakan sadis dan tak berperikemanusian Ferdy Sambo dan empat tersangka lainya membuahkan jejak kengerian di jenazah Brigadir J.
Tag
Berita Terkait
-
Tim Dokter Forensik Sebut Bentuk Luka di Jasad Brigadir J Sudah Tidak Asli, Singgung Soal Luka Kekerasan hingga Bekas Tembakan
-
"Saya gak Munafik Dia Manis", Pesona Ketampanan Ferdy Sambo Viral dan Digibahin di Medsos
-
Ada Kabar Bunker Berisi Rp900 Miliar di Rumah Milik Ferdy Sambo, Jenderal Bintang Dua Ini Sebutkan Hasil Temuan Timsus di TKP
-
MENGEJUTKAN! Bharada E Bongkar Langsung Soal LGBT di Kasus Brigadir J, Pengacara: B nya Inilah Sambo
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026
-
Momentum Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis & Sembako untuk Ojol Perempuan di Malang
-
Pemilik Kendaraan Listrik di Banten Merapat! Simak 4 Poin Penting Kebijakan Bebas Pajak
-
Geser Fokus dari Cibinong, Pemkab Bogor Kini 'Keroyok' Penataan Kawasan Parung