/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 15:14 WIB
Kolase foto dokumen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bigadir J, dan Bharada E. Diduga, adanya peristiwa di TKP Magelang yang diduga membuat Ferdy Sambo murka kepada Brigadir J. (instagram kadivpropam)

Hal itu dilakukan Ferdy Sambo untuk menguatkan jika skenarionya dalam kasus tersebut adalah benar dan sesuai skenario. 

Pernyataan tersebut diungkapkan Menko Polhukam Mahfud MD di ruang MKD DPR Kompleks Parlemen, Kamis (25/8).

Meski sudah membuka kejadian di 8 Juli 2022, Mahfud MD memilih "menyembunyikan" siapa saja yang dihubungi Ferdy Sambo.

Ketua Kompolnas ini menolak menyebutkan nama-nama mereka yang sempat dihubungi Irjen Ferdy Sambo setelah pembunuhan itu terjadi.

Mahfud MD datang ke parlemen untuk memenuhi undangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Menteri asal Madura ini sesuai agenda harus mengklarifikasi pernyataan dia sebelumnya yang menyebut ada anggota dewan yang dihubungi Sambo untuk menguatkan skenario kasus pembunuhan Brigadir J.

Menurut Mahfud, anggota DPR hanya satu dari sejumlah pihak yang sempat dihubungi Sambo usai insiden pembunuhan Brigadir J. 

Di sana kata Mahfud MD, termasuk Kompolnas, Komnas HAM, hingga jajaran elit redaksi media. 

Namun, Mahfud MD menolak menyebut nama anggota dewan yang dimaksud lantaran berasalan tidak memiliki kewajiban untuk bicara terkait nama.

Baca Juga: Alasan Anak Buah Jokowi "Sembunyikan" Nama Anggota DPR hingga Elite Media dalam Operasi Senyap Ferdy Sambo

"Saya punya nama. Tapi, tidak saya sebut. Karena saya hubungi yang bersangkutan, tidak diangkat sehingga kalau saya sebut tidak etis," tegas anak buah Presiden Jokowi, Kamis (25/8).

Ia berdalih tidak memiliki kewajiban memenuhi panggilan DPR dan memberi keterangan dalam kasus tersebut. 

Load More