/
Senin, 29 Agustus 2022 | 07:55 WIB
Kolas foto Putri Candrawathi, Ferdy Sambo, dan Kuwat Maruf para tersangka pembunuh Brigadir J. (bali putra sundana)

SuaraBandung.id - Eks kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara, beberapa kali menyebut nama Kuwat Maruf adalah awal petaka sehingga membuat Ferdy Sambo marah dan memutuskan berkonspirasi untuk menghabisi Brigadir J

Diduga Ferdy Sambo dihasut pembantunya yang dari segi pendidikan sangat jauh berbeda. 

Namun entah kenapa, Ferdy Sambo yang berpangkat jenderal bisa terhasut seorang sopir yang juga merangkap pembantu.

Kuwat Maruf sudah lama menjadi Asisten Rumah Tangga (ART), yang juga sopir Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Atas dugaan hasutan itu, Kuwat Maruf sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan dengan ancaman hukuman mati.

Deolipa Yumara menceritakan betapa kalapnya Ferdy Sambo saat menghabisi nyawa Brigadir J.

Penjelasan Deolipa Yumara dalam akun YouTube TV One seperti dilihat SuaraBandung.id, Senin (29/8/2022).

Dalam acara itu, Deolipa Yumara tidak masuk akal semua yang diceritakan Kuwat Maruf, yang menyebut istri Ferdy Sambo dan Brigadir J melakukan hal tidak terpuji.

Deolipa Yumara bahkan mengatakan, jika soal adanya pelecehan adalah sebuah kebohongan publik adalah kebohongan yang dibuat Kuwat.

Baca Juga: Dua Nama Berbeda Diduga Hasut Ferdy Sambo hingga Tega Menghabisi Brigadir J

"Soal pelecehan (Brigadir J) katanya di Magelang itu adalah sebuah kebohongan yang dibikin Kuwat. Mana ada ajudan (Brigadir J) berani bopong Bhayangkari bintang dua," kata Deolipa.

Maruf Kuwat dikatakan Deolipa Yumara adalah seorang asisten rumah tangga yang merangkap sopir Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Deolipa beberapa kali menyebut jika Kuwat adalah orang yang melakukan propaganda-propaganda.

Kuwat adalah yang menjelekkan Brigadir J lantaran iri dan ingin menjadi orang nomor satu di mata Ferdy Sambo.

"Nah, propaganda-propaganda (hasutan fitnah) Kuwat itu yang kemudian dijadikan skenario sehingga Kuwat, Putri dan Sambo, berkonspirasi untuk menciptakan kebohongan dan menghabisi Brigadir J," kata Deolipa.

Deolipa Yumara mengatakan, penyidik sebaiknya tidak usah terlalu percaya dengan adanya pengakuan pelecehan seperti yang diungkapkan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo, dan Kuwat Maruf.

Load More