SuaraBandung.id – Secara mengejutkan, mendiang Brigadir J disebut-sebut melakukan dugaan kejahatan berupa tindakan perkosaan pada istri Ferdy Sambo yang tak lain sebagai atasannya.
Disebutkan, jika rekaman video call mendiang Brigadir J dengan seorang wanita, memperkuat adanya dugaan tindak kekerasan pada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Setelah adanya video call tersebut, kemudian beredar tangkap layer atara mendian Brigadir J dengan kekasinya.
Saat itu, Brigadir J terlihat menangis lantaran mengaku mendapat ancaman dari skuad lama yang belakangan diketahui Kuat Maruf.
Kuat Maruf sendiri saat ini menjadi satu dari lima tersangka yang ditetapkan Polri, terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.
Kemudian kabar terbaru adalah adanya pernyataan yang sangat mengejutkan dikeluarkan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan.
Dari sana, kuat dugaan jika dugaan pembunuhan berencana pada Brigadir J, dipicu adanya dugaan aksi kekerasan yang dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Dijelaskan Komnas Perempuan, ada dugaan jika Brigadir J diduga melakukan pemerkosaan pada istri Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah.
Hal itu juga didukung dari hasil pemeriksaan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang menyebut telah menjadi korban pemerkosaan.
Dari hasil pemeriksaan, Brigadir J diduga melakukan pemerkosaan terhadap istri Ferdy Sambo.
"Yang disampaikan kepada kami yang terjadi di Magelang adalah perkosaan," kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi dalam program acara tv berita pada Jumat (2/9/2022).
Dari pengakuan istri Ferdy Sambo, Brigadir J diduga melakukan tindak kekerasan seksual pada 7 Juli 2022 sore hari.
Usai dugaan tindak perkosaan tersebut, Putri ditemukan ada di depan kamar mandi oleh Susi dan Kuat Ma'ruf.
Lebih dari itu, dari hasil pemeriksaan istri Ferdy Sambo, dikatakan jika Brigadir J melakukan ancaman.
Komnas Perempuan mengatakan, Brigadir J mengancam akan menyakiti anak-anak Putri.
Ancaman itu akan dilakukan Brigadir J jika istri Ferdy Sambo berani menceritakan peristiwa tersebut.
Sementara itu, Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengatakan jika dugaan adanya pelecehan seksual oleh Brigadir J pada istri Ferdy Sambo diperkuat dengan pengakuan kekasih korban.
Keterangan pacar Brigadir J dinilai Taufan Damanik memperkuat dugaan adanya pelecehan.
Taufan Damanik mengatakan, apa yang diceritakan pacar Brigadir J yang sempat viral merekam korban menangis, menyebut adanya ancaman justru bisa memperkuat kesaksian pelecehan seksual terhadap Putri.
Seperti diketahui, tangkapan layer video call Brigadi J dan kekasihnya sempat viral di media sosial.
Saat itu, Brigadir J tampak menangis lantaran mengatakan mendapat ancaman pembunuhan dari Skuad Lama, yakni Kuat Ma'ruf.
Ada ancaman sampai dikejar Kuat Maruf
Saat dilakukan rekonstruksi, Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan karena diduga melecehkan Putri Candrawathi.
"(Kata Vera) kenapa?. (Brigadir J menjawab) karena kalau naik ke atas, lantai 2, ibu sakit,” kata Taufan menirukan percakapan saksi.
“Makanya aku diancam mau dibunuh dia," kata Taufan mengulang percakapan Brigadir J dan pacarnya.
Dalam rekonstruksi kata Taufan, disebutkan ada adegan Brigadir J dikejar dan diancam Kuwat Maruf dengan menggunakan pisau.
"Jadi justru Vera pun akan memperkuat kesaksiannya itu," ujar Taufan.
Dari temuan itu, Komnas HAM lantas meminta polisi mendalami dugaan pelecehan seksual di Magelang secara ilmiah.
Sudah BAP
Komnas HAM mengatakan, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sudah melaporkan kejadian kekerasan seksual yang dialaminya.
Kesaksian dari istri Ferdy Sambo tersebut sudah dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Berita Terkait
-
Bukti Dugaan Brigadir J Perkosa Istri Ferdy Sambo Sempat Viral, Komnas HAM Benarkan Hal Itu
-
Begini Analisis Cerdas Ketua IPW Soal Istri Ferdy Sambo Tidak Ditahan, Sugeng Bocorkan Strategi yang akan Dijalankan
-
Efek Usir Pengacara Brigadir J, Gaya Hidup Perlente Brigjen Andi Rian Digibahin, Dinilai Suka "Pamer" Outfit Ratusan Juta Rupiah
-
Istri Ferdy Sambo Banyak Dibela, Angelina Sondakh Ungkap Perasaan Seorang Ibu Saat Dipisahkan dari Anaknya
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bawa Mobil Listrik Buat Mudik? Ini 3 Titik SPKLU 'Hidden Gem' di Trans Jawa Bebas Antre
-
Kapan Mulai Qunut Tarawih 2026? Ini Bacaan Doa dan Panduan Lengkap Pelaksanaannya
-
Sarimbitan: Seni Menyamarkan Cicilan di Balik Baju Kembaran
-
KPK Bantah Keras Klaim Fadia A Rafiq: Bantahan Gubernur Luthfi dan Fakta Penangkapan di Semarang
-
Sandara Park Bantah Tudingan Pakai Narkoba, Sebut Kondisi Park Bom Mengkhawatirkan
-
2 Pemain Timnas Indonesia Jadi Termahal di Liga 1, Salah Satunya Kalahkan Eks PSG
-
5 Motor Matic Ciamik untuk Mudik: Biar Dikira Sukses di Perantauan
-
Semen Padang FC Wajib Menang Lawan PSIM, Malam Ini Laga Hidup Mati Kabau Sirah
-
Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi Ungkap Rantai Kekerasan Jerat 709 Tahanan Politik Muda Indonesia
-
Semen Gresik Apresiasi Tukang Bangunan, Program Tukang Hebat Berhadiah Utama Tiga Unit Motor Matic