/
Rabu, 07 September 2022 | 08:19 WIB
Kolase foto dokumen istri Ferdy Sambo dan mendiang Brigadir J. (baliputra sundana)

SuaraBandung.id - Apakah mungkin korban perkosaan, setelah diperkosa lalu memanggil kembali si pelaku untuk berduaan di kamar?

Pada umumnya, korban perkosaan akan histeris, ketakutan, trauma, dan enggan bertemu pelaku pemerkosanya.

Setelah itu, biasanya korban perkosaan akan menghubungi orang terdekat untuk meminta pertolongan, baik medis atau langkah hukum yang harus diambil.

Pada umumnya, korban perkosaan sangat ingin pelakunya ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam setiap kasus perkosaan, polisi SOP-nya akan langsung memvisum korban untuk membuktikan apakah benar terjadi perkosaan atau tidak.

Nah, narasi di atas tidak terjadi pada istri Ferdy Sambo yang hingga hampir dua bulan berlangsung kasus pembunuhan Brigadir J, mengaku sebagai korban perkosaan.

Jika melihat kejadian pada (8/7/2022), maka besok (8/9/2022), tepat dua bulan meninggalnya Brigadir J di tangan kelompok pimpinan Ferdy Sambo.

Namun, hingga saat ini kasus tersebut masih berkutat soal motif. Sampai sekarang Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi mengaku membunuh Brigadir J lantaran adanya pelecehan harkat dan martabat keluarga.

Dengan alasan tersebut, Ferdy Sambo tega merencanakan pembunuhan dan mengeksekusi mati Brigadir J. 

Baca Juga: Bersikap Dewasa, Begini Cara Nayeon TWICE Tanggapi Rumor Jahat

Kasus pengakuan perkosaan istri Ferdy Sambo yang minim bukti ini, membuat dugaan motif masih di seputaran bahwa Brigadir J berbuat tak senonoh padanya.

Terkait dugaan pelecehan ini, didukung oleh satu tersangka pembunuhan yang merupakan sopir Ferdy Sambo, Kuat Maruf.

Dia mengaku pada polisi melihat Brigadir J menggendong Putri Candrawathi.

Kuat mengatakan, sempat melihat Brigadir J mengendap-endap masuk ke kamar istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Saat itu, dikatakan Kuat, Putri sempat menangis di depan kamar mandi karena syok, yang katanya usai dilecehkan.

Akan tetapi, terkait pengakuan istri Ferdy Sambo ini banyak hal janggal. 

Terkait hal itu, sosok berpengaruh yang ada di Lembaga Perlindungan Saksi Korban ( LPSK), mengaku heran tentang pengakuan istri Ferdy Sambo.

LPSK seolah tidak percaya jika istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dilecehkan Brigadir Yosua atau Brigadir J di Magelang.

Bahkan, jika pengakuan dugaan Putri Candrawathi diperkosa Brigadir J dianggap banyak keganjilan dan jauh dari prediksi.

Sebelumnya, Komnas Perempuan memang menyebut istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi diperkosa oleh Brigadir J saat di Magelang.

Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah mengatakan peristiwa pemerkosaan Putri Candrawathi oleh Brigadir J dilakukan sore hari.

“Nah kekerasan seksualnya (pada Putri) berbentuk pemerkosaan atau persetubuhan itu terjadi di sore hari,” kata Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi dikutip dari satu di antara tv berita nasional pada Minggu (4/9/2022).

Namun publik hingga saat ini bertanya-tanya soal kebenaran tudingan pemerkosaan kepada almarhum Brigadir J.

Bahkan, banyak keganjilan dalam tuduhan yang dilayangkan kepada almarhum Brigadir J tersebut.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK), Edwin Partogi mengatakan, orang pada umumnya korban setelah mendapat tindak pelecehan, apalagi pemerkosaan, akan langsung melapor pada kepolisian.

Namun, hal itu justru tidak dilakukan seorang istri jenderal yang tahu masalah hukum. 

"Putri adalah seorang istri jenderal bintang dua (Ferdy Sambo) yang bisa saja langsung melaporkan kasus yang dialami di Magelang," kata Edwin Partogi.

Putri yang istri jenderal bintang dua sangat mudah mengakses polisi, apapun kepentingannya, terlebih soal dirinya menjadi korban pelecehan.

Anggota Polri dimanapun berada pasti akan langsung merespon dan melakukan olah TKP jika mendengar ada kejahatan pelecehan pada wanita.

Di sana, istri Ferdy Sambo bisa dilakukan visum untuk membuktikan soal kebenaran perkosaan.

Akan tetapi, jika hal ini ramai dibicarakan saat ini, maka bukti saintifik tentang pelecehan seksual sulit didapat.

Bukti saintifik seperti hasil visum sudah tidak bisa dilakukan lantara perkara kekerasan seksual menjadi sulit dibuktikan.

Edwin terang-terangan meragukan pengakuan istri Ferdy Sambo atas dugaan tindak pemerkosaan.

Apalagi, korban pemerkosaan biasanya memiliki trauma mendalam dan tidak ingin melihat pelaku secara langsung.

Akan tetapi, jika melihat rekonstruksi yang digelar Selasa (30/8/2022) pekan lalu, istri Ferdy Sambo ini malah memanggil Brigadir J masuk ke dalam kamar, dalam posisi berduaan. Padahal saat itu, dari pengakuan Putri, baru saja diperkosa Brigadir J

"Korban kekerasan seksual kan (umumnya) ketakutan, mengalami trauma luar biasa," katanya. 

"Ini (istri Ferdy Sambo) masih nyari terduga pelaku dan masih bisa ketemu terduga pelaku di kamarnya," katanya.

Load More