/
Kamis, 08 September 2022 | 11:21 WIB
Ustaz Abdul Somad di podcast Daniel Tetangga Kami milik Daniel Mananta.

SuaraBandung.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, mulai tahun ajaran 2022 dan 2023 melaksanakan program pendidikan yang bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda. Hal itu untuk mencegah efek negatif dari perkembangan teknologi.

Selain itu, Pemkot Bukit Tinggi juga ingin membentuk karakter para pelajar.

Pemerintah memberikan tambahan jam pelajaran untuk lima muatan lokal. Tambahan jam pelajaran ini berlaku bagi Para pelajar TK, SD dan SMP sederajat se-Kota Bukittinggi.

Sehubungan dengan itu, UAS memberikan pembekalan pendidikan agama dan adat kepada para guru muatan lokal di SD dan SMP se-Kota Bukittinggi, Sumatera Barat tersebut.

Penceramah asal Riau itu memberikan pengajaran pada Rabu (7/9/2022). Pembekalan tersebut disampaikan secara daring.

Ustadz Abdul Somad dalam pengarahannya kepada para guru menyampaikan bahwa membantu masyarakat tidak hanya dengan uang saja. Ia mengatakan selain itu bisa dilakukan dengan memberikan ilmu pengetahuan.

Kemudian, UAS juga mengatakan bahwa mengajarkan ilmu agama dan adat itu dapat menjadi ladang amal bagi para guru.

"Terutama (mengarahkan) pada generasi muda dan mengajarkan ilmu agama dan adat itu, akan menjadi ladang amal bagi para guru," terang UAS.

UAS juga memberikan apresiasi terkait empat materi unggulan pendidikan Bukittinggi.

Baca Juga: Persib Datangi Kandang Arema, Bobotoh Kirim Utusan Temui Aremania, Jawabannya Ternyata

Satu diantara materi tersebut yaitu pelajaran Fiqih yang berkaitan dengan ketentuan amaliyah, yang dilakukan sebagai muslim.

"Kemudian juga (materi) aqidah akhlak, diberikan materi tentang keyakinan dan kepercayaan yang benar, bagaimana bersikap yang baik dan ketiga, Bahasa Arab, panduan yang menjadi sumber Al Quran dan Hadist. Keempat, Sirah Nabawiyah, tentang sejarah Nabi Muhammad SAW, sahabat dan pada masanya," ujar UAS. (Antara)

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mengatakan program ini ditanamkan pada generasi muda dengan landasan prinsip hidup masyarakat Minangkabau.

"Program muatan lokal ini diberikan pada pelajar SD dan SMP, untuk menanamkan pada generasi muda (pelajar) dengan landasan dan prinsip 'Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah' yang menjadi prinsip hidup (bagi) masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat," kata Wali Kota Bukittinggi Erman Safar dikutip dari Antara, Rabu (7/9/2022).

Erman menambahkan, prinsip tersebut harus diajarkan oleh para guru secara masif.

"Prinsip (adat) itu harus ditanamkan pada generasi muda (pelajar) dalam menghadapi masa depan, program unggulan ini harus diajarkan oleh para guru secara masif, anak-anak saat ini sudah dapat mengakses informasi melebihi usianya, saya mohon ajarkan muatan lokal ini secara teori lalu dipraktikkan,” imbuhnya.

Load More