- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen akan tercapai dalam dua hingga tiga tahun.
- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi enam persen melalui penguatan sektor swasta dan pemerintah tanpa melakukan reformasi industri berlebihan.
- Monitoring program pembangunan oleh Menko Perekonomian dan perubahan struktur ekonomi menjadi strategi utama untuk mencapai target pertumbuhan nasional tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kalau pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai dalam 2-3 tahun ke depan.
Menkeu Purbaya mulanya mengatakan kalau saat ini program pembangunan Pemerintah sudah dimonitor oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Berkat itu, ia percaya diri kalau pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat.
“Sekarang program pembangunan pemerintah dimonitor oleh Pak Airlangga, harusnya akan lebih cepat lagi,” katanya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, di BEI, Senin (27/4/2026).
Bendahara Negara lalu mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6 persen tanpa perlu reformasi industri yang berlebihan. Untuk mencapainya, Purbaya bakal menghidupkan sektor swasta maupun pemerintah.
“Dengan keadaan yang sama, tanpa reformasi industri yang berlebihan, kita bisa tumbuh 6 persen dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Purbaya juga bakal mengubah struktur ekonomi Indonesia secara bertahap. Ia bahkan mengklaim kalau pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicita-citakan Presiden RI Prabowo Subianto bisa terwujud.
“Itu modal awal, belum lagi nanti kalau kita ubah struktur ekonominya secara bertahap. Jadi pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi, tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan. Nanti dua tahun, tiga tahun lagi Anda sudah melihat tuh angka 8 persen itu sudah nyundul-nyundul ke atas,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya
-
Saat Harapan Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Keterbatasan Ekonomi
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
Bukan Energi Listrik Saja, Ini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ekonomi Rakyat
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia