/
Jum'at, 09 September 2022 | 18:40 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman berpidato di depan ratusan Paja TNI AD di Mabes AD, Jakarta, Kamis (14/7/2022). (Dispenad)

SuaraBandung.id – Lama tak terdengar, nama Jenderal Dudung Abdurachman Kembali jadi bahasan media.
 
Dudung jadi pembicaraan lantaran dinilai tidak harmonis dengan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.
 
Dugaan tersebut terungkap di ruang wakil rakyat, DPR RI. Lantaran merasa jadi pembicaraan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menyinggung Komisi I DPR.
 
Dudung mengatakan rapat di alat kelengkapan dewan (AKD) tersebut suka menanyakan hal tidak jelas. 
 
Mendengar pernyataan Jenderal Dudung tersebut, Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Bobby Rizaldi langsung meresponsnya.
 
Jenderal Dudung dinilai Bobby kerap membuat polemik. Bobby mengatakan hal tersebut lantaran pola komunikasi publik Jenderal Dudung yang tidak bijak. 
 
Bobby bahkan menarik kasus Dudung sebelum menjabat KSAD, yang dinilai selalu saja ada polemic yang dibuat.
 
Dia mengatakan jika Dudung kerap membuat heboh, lantaran kata-katanya kurang bijak.
 
"Ya, Pak Dudung kadang-kadang sering bikin heboh karena pilihan kata-katanya dalam komunikasi publik kurang bijak,” kata Bobby. 
 
“Mulai dari Pangdam Jaya, (Dudung) sering memberikan rilis publik yang memancing polemik," kata Bobby kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).
 
Lantas apa yang menyebabkan Duduk menyentik DPR?
 
Rupanya semua berawal saat Dudung disebut kurang akur dengan Panglima TNI.
 
Kemudian Dudung menyinggung Komisi I saat mengklarifikasi isu disharmoni dirinya dengan Panglima TNI.
 
Namun saat berkomentar, ucapan Dudung merembet kemana-mana, hingga membahas soal rapat yang dilaksanakan Komisi I, sebagai mitra TNI.
 
"Mungkin (Jenderal Dudung) maksud dan niatnya baik untuk menunjukan tidak ada disharmoni dengan Panglima,” kata Bobby.
 
“Tapi tidak perlu dikomentari Komisi I-nya. DPR Komisi I itu orangnya banyak, alat kelengkapan dewan, banyak yang mendukung TNI AD pun beliau," kata Bobby.
 
Dari sana Bobby lantas menyarankan agar Dudung tidak banyak berkomentar. 
 
Apalagi jika pola komunikasi yang sama. Bobby khawatir pernyataan Dudung malah kembali menuai polemik.
 
"(Jenderal Dudung) Enggak usah banyak-banyak komentar yang sering dikutip, nanti malah bikin polemik yang berkepanjangan," kata Bobby.
 
Menyinggung DPR
 
KSAD Dudung ternyata menyinggung rapat kerja Komisi I DPR RI, dengan mengatakan kerap membahas isi di luar tema yang direncanakan. 
 
Dudung berkomentar saat ditanyakan terkait isu keretakan hubungannya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mencuat dalam rapat di DPR.
 
"Kalau kita rapat RDP itu biasanya topik sudah ditentukan yang akan dibahas masalah anggaran,” katanya. 
 
“Terkadang (rapat di DPR) tidak fokus pada pertanyaan atau bahasan itu. Menanyakan yang enggak jelas saja," kata Dudung di Mabes AD, Jakarta, Rabu (7/9/2022).
 
Dudung menegaskan antara dirinya dan Panglima TNI tidak ada masalah. 
 
Kemudian Dudung menjelaskan alasan dirinya absen saat diundang DPR, lantara mendapat perintah dari Panglima TNI.
 
Dudu mengatakan saat bersamaan, ada agenda mengecek persiapan Batalyon Infanteri 143/TWEJ di Lampung. 
 
Mereka akan menjalani tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Sektor Utara.
 
Dudung menyebut kalau pengecekan itu sempat tertunda beberapa kali sampai akhirnya ia diperintahkan untuk memastikan kesiapan dari para prajurit.
 
"Kaya kemarin saya tidak hadir melaksanakan RDP itu salah satu perintah Panglima TNI untuk mengecek kesiapan batalyon 143 yang akan berangkat ke daerah operasi," ujarnya.

Load More