SuaraBandung.id - K.H. Ahmad Bahauddin (Gus Baha) adalah ulama yang pandai menafsirkan Al Quran dan hadits. Ulama kharismatik ini berasal dari Rembang dan dikenal kharismatik oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia yang beragama Islam.
Gus Baha dalam sebuah video singkat, terlihat sedang berjalan kaki bersama rombongan bapak-bapak.
Saat itu, Gus Baha menggunakan pulpennya untuk menjaili satu dari bapak-bapak itu. Gus Baha kedapatan memukul kepala seorang bapak-bapak yang berada persis di depannya.
Gus Baha kemudian membisikkan sesuatu kepada seorang bapak itu setelah bapak itu menengok ke arahnya.
Bapak-bapak yang dijaili oleh Gus Baha itu sampai kini belum diketahui soal identitasnya secara pasti.
Sebelumnya, Gus Baha dikenal sebagai pengelola Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an, Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembang Ilmu Al Quran (LP3IA). Ia adalah murid kesayangan Kyai Maimun Zubair.
Pada setiap ceramahnya, Gus Baha menyelipkan candaan agar para pendengar ceramahnya tidak merasa bosan. Gus Baha pun dikenal sebagai sosok yang suka bercanda dan bersahaja.
Warganet pun banyak yang tertarik pada video yang menayangkan kejailan Gus Baha pada seorang bapak-bapak. Video itu beredar melalui unggahan akun twitter @gusbahadaily.
Banyak warganet yang masih tidak menyangka bahwa Gus Baha masih suka bercanda. Warganet pun memberikan komentarnya atas aksi yang dilakukan ulama itu.
Seorang warganet mengatakan kalau ulama NU selalu bisa bercanda kapan saja dan dimana saja.
"Hahaha ya (memang) beginilah ulama NU selalu aja bisa becanda kapan aja, dimana aja. Sehat-sehat selalu Guskuh," komentar dari akun @KGNusa**.
Ada pula yang berkomentar tentang keberagaman sifat orang NU.
"Wong (orang) NU ya begini ini, dari yang alim alamah sampe NU nunut yrip tetep hobine jail," ungkap akun @jendelaguru**.
Satu akun lain tak menyangka kalau ulama sekelas Gus Baha itu bisa bercanda.
"Ternyata orang alim (ulama) pun (masih) suka bercanda," ungkap akun @wardatul**
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Di Balik Pintu Ruang Dosen: Ketika Administrasi Mengalahkan Pendidikan
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Petaka di Perairan Sumenep: Perjuangan Terakhir Kakek Rusdi Saat Perahu Keluarga Karam
-
Menormalisasi Korupsi: Saat Angka Miliaran Tak Lagi Mengguncang Nurani
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Kenalan Lewat TikTok: Saat Kencan Pertama Pelajar Pesawaran Berujung Raibnya Motor
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Lagu Swim BTS Digugat soal Hak Cipta, BigHit Music Tegaskan Karya Orisinal
-
Agrinas Klaim Laba Bersih Rp27 Miliar, Petani Sawit Sebut Padahal Bisa Cuan Triliunan