SuaraBandung.id - Sejumlah tokoh masyarakat kaget dengan munculnya video tidak pantas dari sosok anggota DPR RI.
Video tersebut lantas viral lantaran dinilai 'menginjak' wong cilik dengan cara pamer kemewahan di tengah situasi ekonomi serba sulit.
Said Abdullah rekan satu partai Presiden Joko Widodo alias Jokowi ini, dengan gagah dan gayanya naik jet pribadi sambil merokok dan tertawa lepas.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah bak sultan naik pesawat pribadi dan merokok di dalam pesawat/Repro.
Apa yang dipertontonkan Ketua Banggar DPR RI ini dinilai kontras dengan situasi wong cilik yang sedang kepayahan.
Bukan itu saja, 'Sultan' Said juga disebut-sebut sebagai wakil rakyat yang mendorong penghapusan daya listrik 450 VA dan disubsidi pemerintah.
Petugas partainya Megawati ini kedapatan pamer kemewahan. Praktis saja video yang beredar di media sosial ini jadi hujatan netizen.
Politisi PDI Perjuangan terlihat santai merokok di dalam pesawat sambil dilayani pramugari.
Video berdurasi 44 detik ini seolah jadi pelengkap penderitaan wong cilik di saat wakil rakyat ini usul penghapusan listrik 450 VA.
"Inikah anggota dewan yang mengusulkan aturan PLN 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA menjadi 1300 VA?" kata Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono.
Apa yang dipertontonkan Said Abdullah ini kata Arief Poyuono sangat kontras dengan seorang anggota dewan yang sejatinya menjadi wakil rakyat.
Wakili rakyat yang didengungkan seharusnya mementingkan kepentingan rakyat, malah terlihat asyik dengan dunia kemewahannya.
"Ternyata penghapusan listrik 450 VA baru usulan Banggar DPR RI yang hidup glamor menggunakan jet pribadi. Piye iki kangmas Jokowi," tandasnya.
Aksi pamer anggota DPR RI yang merupakan anak buah Puan Maharani ini juga disoroti mantan Kasum TNI, Letjen Purnawirawan Suryo Prabowo.
Secara tegas sambil memperlihatkan ketidaksetujuannya, Suryo Prabowo menyoroti video Said Abdullah saat tengah berada di private jet.
Berita Terkait
-
Petugas Partai Naikkan Harga BBM, Sejumlah Politisi PDIP yang Jadi DPO" Netizen
-
Ada Apa Ruang Arsip DPRD Jabar Mudah Terbakar? Dewan PDIP: Korsleting Listrik, Percikannya kena Karpet
-
Anak Buah Megawati Sebut Tersangka Baru Kasus Brigadir J Bukan Orang Sembarangan, Singgung Nama Irjen Ferdy Sambo
-
Orang dalam PDI Perjuangan Ingin Usung Puan Maharani Jadi Presiden, tapi Sebut Prabowo Kualitas Pemimpin Kelas Dunia
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim