/
Minggu, 18 September 2022 | 11:11 WIB
Buya Yahya, Menjelaskan Salat Bagi Dokter yang Sedang Melakukan Operasi (YouTube Al-Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Bagi para dokter yang sedang menjalankan praktik khususnya dokter spesialis bedah, terkadang harus menjalankan operasi yang berlangsung cukup lama. Bahkan operasi itu bisa berlangsung hingga 8 jam.

Muncul pertanyaan tentang bolehkah dokter meninggalkan salat karena adanya operasi. Pertanyaan itu dijawab oleh Buya Yahya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 17 September 2022.

Buya Yahya mengatakan bahwa salat tetap tak boleh ditinggalkan, termasuk bagi para dokter yang sedang menjalankan operasi.

"Jika memang pekerjaan tersebut tidak bisa ditinggalkan, maka sebisa mungkin salat tidak boleh ditinggalkan." kata Buya Yahya.

Buya Yahya pun memberikan solusi agar dokter yang sedang menjalankan operasi tetap bisa melaksanakan salat, karena menjalankan operasi menyangkut kepentingan orang yang hidup.

"Tapi bisa menjamak salat. Untuk kepentingan orang yang hidup. Sebab kalau ini dilepas, ini bahaya, operasi. Maka boleh menjamak." Buya Yahya menjelaskan.


Buya Yahya juga memberikan contoh bagaimana menjamak salat bagi seorang dokter yang sedang menjalankan operasi.

"Tidak usah salat maghrib nanti salatnya sama Isya. Atau operasinya setelah maghrib, salat maghrib sama salat isya. Barangkali operasinya sampai subuh. Karena operasi sampai 8 jam, 9 jam lho. Lanjut Buya Yahya.

Selain itu, Buya Yahya juga mengatakan bahwa dapat terjadi kesalahan dalam perhitungan jam terkait waktu perkiraan selesainya operasi.  Hal itu karena adanya kejadian yang menyebabkan waktu perkiraan menjadi mundur.

Baca Juga: Seseorang yang Mati dalam Keadaan Belum Haji, Begini Kata Buya Yahya

"Diperkirakan nanti dia mau jamak takhir, kayaknya ashar ok deh, dia  ngoperasi jam 10. jam 10 kan sebelum dzuhur. Cuman sudah dikira-kira jam 3 sudah ok, 8 jam operasi. Otomatis waktu dzuhur dia niat jamak takhir, akhirnya ada suatu kejadian sehingga dia harus mundur. ashar mau habis, apa yang saya lakukan supaya tidak meninggalkan Salat?". Buya Yahya mengatakan.

Buya Yahya mengatakan bahwa dalam hal itu, salat tetap tidak boleh ditinggalkan. Maka boleh melakukan salat syiddatul khauf.

"supaya tidak lupa allah , salat saja begitu semampunya sambil operasi. Sebab sudah darurat banget waktunya gaada, sebentar lagi maghrib." Buya Yahya menjelaskan.

Menurut Buya Yahya, salat syiddatul khauf itu seperti salat dalam peperangan. Walaupun sebenarnya Syiddatul khauf dalam fiqih dibahas tidak hanya dalam perang saja.  Termasuk jika ada kejadian yang mendesak ketika salat.

"Termasuk kalau kita sedang salat ternyata duit kita diambil orang, maka kita kejar, jangan berhenti salatnya.  Ada gempa bumi, takut roboh, kalau bisa jangan batalin salatnya, lari aja. Kalau sudah selesai gempa bumi, berhenti. " kata Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan bahwa salat khauf itu jarang dibahas karena seolah-olah hanya untuk peperangan saja.

Buya Yahya menegaskan bahwa salat yang tidak terpenuhi syarat-syaratnya, maka tetap dilakukan qadha. Ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah tidak mendapat dosa, karena telah melaksanakan salat khauf itu.

Load More