SuaraBandung.id - Bagi para dokter yang sedang menjalankan praktik khususnya dokter spesialis bedah, terkadang harus menjalankan operasi yang berlangsung cukup lama. Bahkan operasi itu bisa berlangsung hingga 8 jam.
Muncul pertanyaan tentang bolehkah dokter meninggalkan salat karena adanya operasi. Pertanyaan itu dijawab oleh Buya Yahya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 17 September 2022.
Buya Yahya mengatakan bahwa salat tetap tak boleh ditinggalkan, termasuk bagi para dokter yang sedang menjalankan operasi.
"Jika memang pekerjaan tersebut tidak bisa ditinggalkan, maka sebisa mungkin salat tidak boleh ditinggalkan." kata Buya Yahya.
Buya Yahya pun memberikan solusi agar dokter yang sedang menjalankan operasi tetap bisa melaksanakan salat, karena menjalankan operasi menyangkut kepentingan orang yang hidup.
"Tapi bisa menjamak salat. Untuk kepentingan orang yang hidup. Sebab kalau ini dilepas, ini bahaya, operasi. Maka boleh menjamak." Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya juga memberikan contoh bagaimana menjamak salat bagi seorang dokter yang sedang menjalankan operasi.
"Tidak usah salat maghrib nanti salatnya sama Isya. Atau operasinya setelah maghrib, salat maghrib sama salat isya. Barangkali operasinya sampai subuh. Karena operasi sampai 8 jam, 9 jam lho. Lanjut Buya Yahya.
Selain itu, Buya Yahya juga mengatakan bahwa dapat terjadi kesalahan dalam perhitungan jam terkait waktu perkiraan selesainya operasi. Hal itu karena adanya kejadian yang menyebabkan waktu perkiraan menjadi mundur.
Baca Juga: Seseorang yang Mati dalam Keadaan Belum Haji, Begini Kata Buya Yahya
"Diperkirakan nanti dia mau jamak takhir, kayaknya ashar ok deh, dia ngoperasi jam 10. jam 10 kan sebelum dzuhur. Cuman sudah dikira-kira jam 3 sudah ok, 8 jam operasi. Otomatis waktu dzuhur dia niat jamak takhir, akhirnya ada suatu kejadian sehingga dia harus mundur. ashar mau habis, apa yang saya lakukan supaya tidak meninggalkan Salat?". Buya Yahya mengatakan.
Buya Yahya mengatakan bahwa dalam hal itu, salat tetap tidak boleh ditinggalkan. Maka boleh melakukan salat syiddatul khauf.
"supaya tidak lupa allah , salat saja begitu semampunya sambil operasi. Sebab sudah darurat banget waktunya gaada, sebentar lagi maghrib." Buya Yahya menjelaskan.
Menurut Buya Yahya, salat syiddatul khauf itu seperti salat dalam peperangan. Walaupun sebenarnya Syiddatul khauf dalam fiqih dibahas tidak hanya dalam perang saja. Termasuk jika ada kejadian yang mendesak ketika salat.
"Termasuk kalau kita sedang salat ternyata duit kita diambil orang, maka kita kejar, jangan berhenti salatnya. Ada gempa bumi, takut roboh, kalau bisa jangan batalin salatnya, lari aja. Kalau sudah selesai gempa bumi, berhenti. " kata Buya Yahya.
Buya Yahya mengatakan bahwa salat khauf itu jarang dibahas karena seolah-olah hanya untuk peperangan saja.
Buya Yahya menegaskan bahwa salat yang tidak terpenuhi syarat-syaratnya, maka tetap dilakukan qadha. Ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah tidak mendapat dosa, karena telah melaksanakan salat khauf itu.
Berita Terkait
-
Seseorang yang Mati dalam Keadaan Belum Haji, Begini Kata Buya Yahya
-
Bukan Berzina, Buya Yahya Ungkap Ternyata Perbuatan Ini yang Akan Mendapatkan Cambuk 80 Kali
-
Tiga Hal Ini Harus Dimiliki oleh Seorang Tokoh Agama, Ternyata Ini Kata Buya Yahya
-
Buya Yahya Mengatakan Sosok Ini Menghancurkan Umat Muslim, Ternyata Ini Sosok yang Dimaksud
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra
-
Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet
-
Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Janji Serahkan Dalam 10 Hari