- Militer AS merencanakan operasi jangka panjang di Iran, ditandai penambahan kapal induk USS Gerald R Ford ke Timur Tengah.
- Operasi ini direncanakan lebih kompleks, menyasar fasilitas militer dan pemerintahan Iran, tidak hanya fasilitas nuklir saja.
- Rencana perang ini terungkap saat delegasi AS dan Iran sedang bernegosiasi mengenai program nuklir di Oman.
Suara.com - Militer Amerika Serikat berencana menggelar operasi militer jangka panjang di Iran, jika Presiden Donald Trum memerintahkan serangan dilancarkan terhadap negeri para Mullah tersebut.
Ini berbeda dari operasi militer singkat di Venezuela Venezuela pada awal Januari kemarin, yang hanya menargetkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Dua pejabat AS, kepada Reuters bercerita bahwa rencana perang yang bisa memakan waktu selama beberapa pekan itu terlihat dari pengiriman sebuah kapal induk tambahan ke Iran oleh Angkatan Laut AS.
Penting dicatat bahwa, kapal induk AS tak pernah berlayar sendirian tapi selalu dikawal oleh sejumlah kapal perang untuk melindunginya. Itu artinya AS akan memiliki ribuan pasukan, pesawat tempur, rudal dan berbagai jenis persenjataan lain untuk melancarkan operasi militer di Iran.
Kapal induk kedua itu adalah USS Gerald R Ford, yang tadinya beroperasi di Amerika Latin. Ia akan membantu USS Abraham Lincoln yang sebelumnya sudah beroperasi di Timur Tengah.
Bocornya rencana ini terjadi ketika delegasi AS dan Iran sedang bernegosiasi di Oman. Mereka membicarakan soal program nuklir Iran.
Pada Jumat kemarin (13/2/2026), Trump berpidato i hadapan pasukan AS di sebuah pangkalan di North Carolina dan mengatakan sangat sukar untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.
"Kadang-kadang ketakutan diperlukan. Itu satu-satunya cara untuk mengatasi situasi pelik," kata Trump.
Gedung Putih sendiri tak membantah kabar soal rencana perang di Iran. Juru bicara Kepresidenan AS, Anna Kelly mengatakan Trump punya semua opsi jika membahas soal Iran.
Baca Juga: Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran
"Ia mendengarkan semua perspektif, tapi keputusan akan dia ambil berdasarkan kepentingan negara dan keamanan nasional," imbuh Kelly.
Sementara Departemen Pertahanan AS menolak berkomentar.
Pada Juni tahun lalu, saat AS melancarkan pengeboman terhadap fasilitas nuklir Iran, dua kapal induk juga beroperasi di Timur Tengah. Tapi pesawat-pesawat pengebom justru terbang langsung dari Amerika Serikat untuk melancarkan serangan. Sebagai balasan Iran menyerang sebuah pangkalan AS di Qatar.
Tapi kali ini operasi yang dirancang lebih kompleks. AS akan menyasar fasilitas militer dan pemerintahan Iran, bukan cuma fasilitas nuklir.
Sebelumnya para analis sudah mewanti-wanti AS, bahwa perang dengan Iran tidak akan mudah. Negara itu punya ribuan rudal jarak jauh dan drone. Jika pecah perang, maka konflik bisa merambat ke negara lain di Timur Tengah, terutama negara-negara sekutu AS seperti Arab Saudi, Qatar, Yordania, Bahrain, Uni Emirat Arab, Turki hingga Israel.
Tapi sumber dari internal pemerintahan Trump mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut dan sudah siap untuk melangsungkan perang dalam waktu lama.
Berita Terkait
-
Peringatan Bahlil Soal Pasokan Energi RI Jika Ada Perang
-
AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang
-
Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
-
Bad Bunny Tampil di Halftime NFL 2026, Ajak Lady Gaga Tampil Bersama
-
Skandal Epstein Guncang Trump: Manuver Luar Negeri Diduga Pengalihan Isu
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat