SuaraBandung.id - Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya, ia seorang penjual ikan basah. Ia mengaku setiap kali ada pengiriman barang datang, selalu ditimbang terlebih dahulu.
Semisal datang ikan 1 kwintal dan belum diberi es, kemudian untuk menjaga kesegarannya maka diberi es.
Setelah itu, ikan dibagi-bagikan ke bakul-bakul yang biasa membeli dari dirinya, misalnya ikan bandeng atau ikan mujair.
Tapi setelah ikan itu dibagikan ke bakul-bakul, ikan tersebut yang tadinya 1 kwintal sebelum diberi es, ternyata setelah diberi es menjadi bertambah berat semisal menjadi 1 kwintal 1 kilo atau 1 kwintal 2 kilo.
Berat yang lebih itu oleh orang yang berjualan biasa disebut dengan oncolan, karena sudah ditambah es.
Lalu, bagaimana hukumnya menurut Buya Yahya?
Apakah ada unsur riba atau yang semacamnya dalam hal itu, Buya Yahya pun menjawabnya. Buya Yahya mengatakan bahwa yang pertama adalah bertambah dan berkurangnya berat ikan itu bukan disengaja.
"Yang gak bener adalah, jual kedelai, rupanya disuntik sama pasir. Sehingga mesin tukang tahunya rusak, karena apa, dalamnya bunyi krek, ada pasirnya, itu dusta", Buya Yahya menjelaskan.
"ada kedelai setengah kwintal 50 kilo, disisipkan pasir setengah kilo gak kerasa, dusta. Dikurangi kedelainya setengah kilo, dimasukkan pasir setengah kilo, itu ada model begitu tuh orang-orang gak punya kejujuran", lanjut Buya Yahya.
Baca Juga: Hati-hati Terjerumus Dosa yang Kerap Tidak Disadari! Berikut Lima Amalan yang Bisa Menebus Dosa
Buya Yahya pun mengatakan apabila kita yang bekerja menjaga ikan dan ikannya itu bertambah berat atau sebagainya, maka itu tidak disengaja. Tapi apabila kita berjualan, maka yang kita jual itulah yang menjadi hakikatnya.
"bahkan kalau seandainya nyusut pun, misalnya. kebalikannya saja, anda baik sekali, disaat tambah, anda mikir. disaat susut bagaimana? contoh, semula ikan saya itu 1 kwintal, di dalam perjalanan gak tau mungkin, waktu beli 1 kwintal harganya adalah 1 juta," Buya Yahya melanjutkan.
"diperjalanan namanya ikan seger barangkali kaya habis mandi kan berkurang airnya. Waktu sampe di tempat, giliran kita mau jual, 1 kwintal jadi kurang. Apakah dia bohong yang jual? ya enggak. Waktu nimbang anda melihat di mata anda.
Disepanjang perjalanan nanti mengering dan sebagainya kurang. tinggal nanti kalau anda jual, anda jangan bilang 1 kwintal. Ini 98 Kilo", kata Buya Yahya
Buya Yahya pun mengatakan bahwa kita harus mengatakan apa adanya tentang berat ikan yang kita jual. Ia pun memberikan solusi apabila ikan tersebut memang berkurang beratnya, maka bisa dilakukan dengan menaikkan harga.
"Adapun masalah kerugian anda 2 kilo itu bisa anda tumpangi dengan menaikkan harga", ungkap Buya Yahya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
PFI Bogor Gelar Bedah Foto APFI 2026, Soroti Risiko dan Etika Jurnalisme Visual Dunia
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif
-
Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat
-
Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total