/
Jum'at, 23 September 2022 | 09:00 WIB
Buya Yahya, Maulid Nabi (YouTube Al-Bahjah-TV)

SuaraBandung.id - Buya Yahya dalam satu kesempatan menerangkan tentang perdebatan di kalangan masyarakat dalam memperingati maulid nabi.

Ia mengatakan bahwa larangan memperingati maulid nabi adalah larangan yang aneh. Ia pun tidak yakin kalau larangan itu adalah murni melarang maulid nabi.

"kalaupun betul ada, orang yang mengaku ulama dan mengatakan maulid nabi adalah bid'ah, mungkin dia salah pandang tentang apa itu maulid nabi, ini husnudzon kita," Buya Yahya mengungkapkan.

Buya Yahya menjelaskan bahwa sebetulnya makna maulid nabi itu adalah bergembira dengan nabi, bagaimana mengajak orang untuk bersama-sama memperbaharui kegembiraanya.

"dengan hadirnya rasulillah, memperbaharui syukur, kan disebutkan dalam Al-Quran, katakanlah wahai Muhammad kepada umatmu semuanya, agar mereka bisa bergembira atas rahmat Allah dan karunia Allah," Buya Yahya menjelaskan.

Buya Yahya menegaskan bahwa bergembira atas rahmat dan karunia Allah adalah perintah dari Allah SWT. Ia pun memberikan contoh dari bentuk rasa syukur karena kegembiraan itu.

"makanya, kalau seseorang mendapatkan rizki maka hendaknya dia bergembira mensyukuri, namanya syukuran, sukuran rumah, sembelih ayam, ya ndak? baru sembuh dari sakit, syukuran nyembelih ayam," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rahmat Allah yang sangat agung.

"dan kira-kira rahmat apa sih yang lebih agung dari nabi yang Allah sudah menyebutkan, kita itu harus bergembira dong dengan rahmat yang bernama nabi Muhammad SAW, adapun kita merayakan itu maknanya mengagungkan, kalau kita tidak mengagungkan nabi keluar dari iman orang tersebut," Buya Yahya menjelaskan.

Buya Yahya mengatakan bahwa kita mengagungkan nabi Muhammad setiap hari bahkan setiap waktu, maka diperbolehkan untuk mengagungkan lebih besar lagi pada satu hari.

Baca Juga: Ferdy Sambo Diangkat Jokowi, Bintang Dua yang Tak Pernah Jadi Kapolda: Ricky Sitohang Bicara ke Uya Kuya: yang Senior mbok Urut Kacang lah

"selagi setiap hari boleh mengagungkan nabi kenapa kita milih hari untuk mengagungkan lebih besar lagi menjadi tidak boleh, kita mengagungkan nabi setiap hari, pagi, siang, malam, nggak boleh putus mengagungkan rasulillah," Buya Yahya mengungkapkan.

Buya Yahya pun mengingatkan bahwa apabila seseorang putus dalam mengagungkan nabi Muhammad maka orang itu keluar dari iman.

"kalau anda putus mengagungkan nabi muhammad, keluar dari iman, cuman kan kita tidak bisa setiap saat mengagungkan dengan cara yang sama, maka dibuatlah satu ajaran, yang lupa biar inget acara perayaan maulid nabi," Buya Yahya mengungkapkan.

Buya Yahya pun mengatakan bahwa semua acara di dalam maulid nabi itu adalah kebaikan.

"lalu apa sih di dalam acara itu? menyebut sejarah nabi, disebutkan diajarkan dalam Al-Quran menyebut kisah nabi terdahulu untuk menguatkan iman, membaca sejarah rasulillah, diajak membaca shalawat, orang berkumpul ada penceramahnya, ada sedekah, semuanya kebaikan," Pungkas Buya Yahya.

Buya Yahya menjelaskan tentang peringatan maulid nabi itu dalam satu dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 24 Desember 2018.

Load More