SuaraBandung.id - Kejadian tragedi Kanjuruhan dipicu oleh kekalahan pertama Singo Edan selama 23 tahun menjamu Bajul Ijo di kandang.
Aremania yang kecewa ingin meluapkan kekecewaan dan kritiknya pada pemain dan staf dengan masuk ke lapangan seusai pertandingan (01/10/2022) malam kemarin.
Ketika para pendukung berhamburan kedalam lapangan terjadilah kericuhan dengan aparat keamanan yang berusaha memukul mundur massa agar membubarkan diri.
Sangat disayangkan pihak keamanan menembakan gas air mata yang jelas-jelas dilarang digunakan oleh federasi sepak bola dunia (FIFA), gas air mata ditembakan ke berbagai tempat sehingga menambah kemarahan Aremania.
Selain terusulut amarah, banyak juga pendukung Singo Edan yang berada di tribun menjadi panik akibat gas air mata yang mulai memenuhi tribun.
Sontak keadaan menjadi tak terkendali, semua pendukung berebut untuk keluar dari stadion Kanjuruhan dengan berdesak-desakan, tak sedikit juga yang terinjak-injak dalam usahanya keluar dari kericuhan itu.
Kejadian yang menewaskan 125 suporter di Kanjuruhan menjadi titik terendah bagi sepak bola Indonesia, peristiwa kelam itu juga menjadi sorotan dunia dalam hal ini FIFA sebagai federasi tertinggi sepak bola dunia.
Presiden FIFA Gianni Infantino dalam akun resmi fifa.com mengungkapkan rasa prihatin terhadap tragedi yang terjadi di Kepanjen Kabupaten Malang ini.
"Dunia sepak bola sedang dihebohkan menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan," Ungkapnya.
Baca Juga: Tundukan Persija Jakarta, Persib U-16 Berhasil Jadi Juara Elite Pro Academy PSSI 2022
Gianni juga menyebutkan bahwa hari itu adalah hari yang gelap bagi persepak bola dunia dan tak menyangka hal tersebut bisa terjadi.
“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi di luar pemahaman,"lanjutnya.
Tak hanya menyayangkan hal tersebut terjadi, Presiden Federation Internationale de Football Association (FIFA) juga menyampaikan ucapan belasungkawanya terhadap seluruh keluarga dan korban dari tragedi naas itu.
“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, rekan-rekan korban yang kehilangan nyawa setelah kejadian tragis ini,” paparnya.
“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami tujukan kepada para korban, mereka yang terluka " tutup gianni.
Dengan tanggapan dari FIFA ini diharapkan bisa menjadi evaluasi bagi seluruh aspek sepak bola Indonesia agar hal tersebut tidak terulang lagi.
Berita Terkait
-
Laga Persib vs Persija Batal, Panitia Penyelenggara Lakukan Doa Bersama di GBLA
-
Aksi 1000 Lilin, Ratusan Bobotoh Ucapkan Belasungkawa untuk Aremania
-
Simpang Siur, Kapolri Pastikan Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Berjumlah 125 Jiwa
-
Tragedi Kanjuruhan Malang, Bonek Berharap Adanya Evaluasi dan Pembenahan Semua Pihak
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
John Herdman Akui Lebih Senang Pantau Talenta Muda, Abaikan Pemain Senior di Atas 28 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!