/
Senin, 03 Oktober 2022 | 13:36 WIB
widiyantie

SuaraBandung.id - Kabar penundaan pertandingan laga antara Persib Bandung dan Persija Jakarta baru diumumkan pada minggu (02/10/2022) siang hari hanya beberapa jam sebelum kick off yang seharusnya.

Keputusan penundaan tersebut mengingat keputusan dari PT Liga Indonesia Baru (PT.LIB) yang secara resmi memberhentikan BRI Liga 1 2022/2023 selama sepekan.

Peristiwa yang mengakibatkan hilangnya 125 nyawa pada laga Arema Malang vs Persibaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepajen Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut menjadi perhatian serius oleh penyelenggara liga dan federasi PSSI.

Panpel yang telah mempersiapkan duel panas pekan ke-11 antara Maung Bandung Melawan Macan Kemayoran di Stadion Gelora Bandung Lutan Api (GBLA) tak dapat memaksakan untuk tetap digelar, karena kemanusiaan berada di atas segalanya.

Karena hal itu panitia penyelenggara dan personel keamanan gabungan yang berjumlah 3.300 orang tetap berkumpul di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 2 Oktober 2022 sore. Mereka berkumpul dan menggelar doa bersama.

Di tengah rintik hujan, aparat kepolisian membentuk konfigurasi "AREMA" di tengah lapangan. Setelah itu, doa bersama dilakukan.

Plt. Wakapolrestabes Bandung, AKBP Asep Pujiyono mengatakan, doa bersama itu merupakan bentuk solidaritas dan ungkapan belasungkawa kepada para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan.

"Semoga almarhum diberi tempat di sisi-Nya, dan yang di rumah sakit semoga diberikan kesembuhan seperti sediakala dan berkumpul kembali bersama keluarganya," ujarnya.

Sebelum melakukan doa bersama, jajaran panitia pelaksana pertandingan menjalani emergency meeting di lokasi yang sama. Kegiatan itu dihadiri perwakilan keamanan, panpel, PT LIB, perwakilan kedua tim (virtual) dan pihak terkait lainnya. Pertemuan itu menegaskan jika laga ditunda walau semua persiapan sudah siap.

Baca Juga: Tidak Tergantung Tanggal Kelahiran, Kemuliaan Nabi Muhammad SAW, Gus Baha: Terbaik

Tragedi pada sabtu malam kemarin memang menjadi duka bagi semua pihak, hal tersebut merupaakan titik terendah bagi sepak bola Indonesia dimana ratusan nyawa melayang karena sepak bola.

Kontributor Rizki Muhamad Nasrullah

Load More