/
Senin, 03 Oktober 2022 | 17:24 WIB
kajian Gus Baha (TikTok)

SuaraBandung.id -  Gus Baha pernah menyampaikan dalam satu ceramahnya tentang alasan di balik wajibnya zakat.

Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube anto jerry yang diunggah pada 27 April 2022.

Gus Baha mengatakan bahwa ulama modern menyesali ulama yang terdahulu dalam memberikan contoh, yaitu semisal kita memberikan sesuatu kepada orang dzalim.

"Molane (makanya) yang disesali ulama modern, kenapa ulama dulu mencontohkan i'anah alal ma'siah. Contohne kowe adol pedang ning begal, paham nggih? (dengan menjual pedang ke tukang begal, paham ya?)," kata Gus Baha.

Kemudian Gus Baha menyampaikan bahwa orang dzalim sekalipun tidak akan berbuat dzalim apabila kita tidak menjual sesuatu kepadanya.

"Lah wong dzalim, ra diadoli sego (sekalipun orang dzalim, kalau kamu tidak menjual nasi kepadanya). Lemes yo ora iso munggah (lemas, ya tidak bisa berbuat dzalim). Berarti sing dosa iku yo adol sego, adol pulsa (berarti yang berbuat dosa, ya penjual nasi, penjual pulsa, yo podo (ya sama aja)," kata Gus Baha.

"Adol alat bangunan, podo (penjual alat bangunan, ya sama juga). Terus mojok ning gubuk (orang-orang jadi bisa mojok di gubuk). Lah iya, podo wae kabeh, dunyo iku podo wae kabeh (semua sama saja, kalau dunia itu semua sama saja)," tambah Gus Baha.

Lalu Gus Baha mengatakan bahwa karena hal itu maka manusia diwajibkan untuk berzakat. Manusia bisa saja tidak pernah berbuat maksiat secara langsung, tetapi bisa saja terkena efek dari perilaku ataupun sistem yang ada.

"Lah iyo molane iki (makanya kan diceritakan). Makanya kita wajib zakat, karena kita ndak pernah, mungkin kita ndak pernah maksiat langsung. Tapi efek dari perilaku kita, sistem kita," pungkas Gus Baha.

Baca Juga: Hal yang Jangan Dilakukan dalam Mengaji, Ustadz Abdul Somad : Jauh dari Bau Surga

Load More