SuaraBandung.id – Berikut adalah update tentang kasus yang menteret mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
Berkas perkara Ferdy Sambo yang diduga sebagai dalang pembunuhan akan segera diambil alih Pengadilan Negeri Jakarta Selatan alias Jaksel.
Setelah berkas diterima Kejaksaan Agung, kemudian akan dilimpahkan ke PN Negeri Jaksel untuk segera disidangkan.
Perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ini akan segera disidangkan jika berkas dan semua barang bukti sudah berada di PN Jaksel.
Babak baru perkara dugaan pembunuhan Brigadir J masuk dalam tahap Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan akan mengirimkan surat pelimpahan terdakwa Ferdy Sambo dan kawan-kawan ke PN Jakarta Selatan, Senin 10 Oktober 2022.
Pengiriman surat pelimpahan Ferdy Sambo dkk sebagai dasar untuk digelarnya persidangan perkara penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Kepala Kejari Jaksel, Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan siang ini (10/10/2022) semua berkas Ferdy Sambo dkk akan diserahkan kepada PN Jakarta Selatan.
Bukan itu saja, Kejari juga selain pelimpahan tahap II, berupa tersangka dan barang bukti, sudah menyiapkan surat dakwaan untuk 11 terdakwa lainnya.
Dengan begitu ke-11 terdakwa ini akan segera disidangkan dan diketahui semua rangkaian peristiwa pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga pada (8/7/2022).
Sementara itu, Humas PN Jaksel, Haruno mengaku jika pihaknya telah mempersiapkan diri untuk menggelar sidang Ferdy Sambo dk katas perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.
Dalam hal ini PN Jaksel akan segera mempersiapkan penunjukan majelis hakim setelah menerima semua berkas dari JPU Kejari Jaksel.
"Penunjukan majelis hakim (siding Ferdy Sambo, dkk) setelah berkas perkara, terdakwa, dan barang bukti dilimpahkan," kata Haruno.
Atas nama cinta
FERDY SAMBO sebelumnya mengaku marah besar dan gelap mata setelah mendengar pengakuan istrinya, Putri Candrawathi diduga diperkosa Brigadir J.
Ada dua orang yang memperkuat dugaan tersebut, yakni Putri Candrawathi dan Kuat maruf sang asisten rumah tangga.
Sementara Bripka RR dan Bharada E yang juga terdakwa dalam perkara ini tidak memberikan keterangan soal pelecehan seksual Brigadir J pada Putri Candrawathi.
Saat dipertemukan ke public untuk pertama kali, Ferdy Sambo mengatakan dirinya melakukan hal tersebut lantaran besarnya cinta pada sang istri.
Dia pun menyatakan permohonan maafnya kepada semua pihak termasuk keluarga mendiang Brigadir J.
Dalam permohonan maaf tersebut, Ferdy Sambo membela sang istri. Dia mengatakan istrinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan.
Ferdy Sambo juga tetap memberi keterangan soal dugaan pelecehan seksual mendiang Brigadir J pada sang istri.
"Saya lakukan ini karena kecintaan saya kepada istri (Putri Candrawathi) saya,” kata Ferdy Sambo.
“Saya tidak tahu bahasa apa yang dapat mengungkapkan perasaan, emosi, dan amarah akibat peristiwa yang terjadi di Magelang," tuturnya.
Diakui Ferdy Sambo saat itu dirinya sangat marah usai mendengar kabar terjadinya pelecehan seksual di Magelang.
Informasi yang didengar dari Kuat dan Putri benar-benar membuat Ferdy Sambo terbakar dan tak sanggup menahan kemarahan.
Emosi yang tidak terkendali menyebabkan sang pecatan Polri ini memerintahkan anak buahnya, Bharada E untuk menembak Brigadir J.
"Kabar yang saya terima (dugaan pelecehan) sangat menghancurkan hati saya,” katanya.
“Saya sangat menyesal (membunuh Brigadir J). Saya siap menjalani semua proses hukum," ujarnya.
Sumber: Antara
Berita Terkait
-
PERANG TOTAL! Bharada E Dibackup 'Pasukan Khusus' dari Manado, Hati-Hati Ferdy Sambo!
-
Isi Chat Brigadir J ke Istri Ferdy Sambo Dibongkar Irma Hutabarat: Dia Tidak Tahu akan Dibantai
-
Beberapa Jam Sebelum Brigadir J Dibantai Terungkap Lakukan Hal Tak Lazim pada Istri Ferdy Sambo, Barang Bukti Kemungkinan Ada di Persidangan
-
Ferdy Sambo Kirim Pesan Menyayat Hati, akankah Lolos dari Vonis Maksimal Hukuman Mati?
-
Putri Candrawathi Resmi Ditahan, Lokasi Penahanannya Diputuskan Kejaksaan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara
-
Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang