SuaraBandung.id – Pukulan telak bagi Polri saat ini, disaat kondisi kasus Ferdi Sambo masih bergulir, lalu kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan 132 jiwa, yang satu diantaranya disebabkan oleh gas air mata yang ditembakan Polri.
Terbaru, Kapolda Jatim Irjen Pol Teddy Minahasa yang baru saja menjabat empat hari ditangkap dalam dugaan kasus narkotika.
Baru-baru ini, kepolisian dipanggil Presiden Jokowi, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Bahkan, pada pertemuan tersebut, Jokowi menyinggung Polri untuk tidak berlaku gagah-gagahan.
Dibalik badai ini, Menko Polhukam Mahfud MD setidaknya mengapresiasi Kapolri atas keberhasilannya dalam memulangkan bandar judi online.
Menurut Mahfud MD, tidak mudah membawa pulang pelaku bandar judi online dari luar negeri.
"Penangkapan bandar judi yang dicokot dari luar negeri karena lari ke sana, lalu diambil. Kan luar bisa," ujar Mahfud dalam video keterangan persnya, dikutip dari PMJ News, Minggu (16/10/2022).
Mahfud MD pun menyatakan bahwa diperlukannya kesungguhan hingga lobi untuk membawa tersangka judi online tersebut.
"Tidak mudah mengambil narapidana yang sudah lari ke luar negeri kalau tidak punya kesungguhan, jaringan yang kuat, dan memberi pengertian kepada negara lain untuk mengambil itu," ucap Mahfud Md.
Baca Juga: Bintangi Siapa Takut Orang Ketiga, Inilah Sosok Michella Putri Pemeran Giandra
Tidak hanya Mahfud MD, Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti juga memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang melakukan pembenahan serius dalam institusi Polri.
LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai Jenderal Listyo Sigit bertindak tegas demi mengembalikan marwah dan citra kepolisian yang menurun di mata masyarakat.
"Apresiasi harus diberikan kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang serius membenahi institusi Polri. Ia bahkan bergerak cepat dalam pembenahan itu," ungkap LaNyalla di Jakarta, dikutip dari PMJ News, Minggu (16/10/2022).
Ketua DPD RI ini juga menyebut Kapolri Sigit tidak segan untuk mencopot dan memecat anggota Polri yang merugikan institusinya.
Berita Terkait
-
Moral Jadi Alasan Iwan Bule dan Jajarannya Harus Mundur dari PSSI
-
Fakta Baru Tragedi Kanjuruhan, Dibeberkan Mahfud MD Bersama TGIPF
-
Investigasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan Selesai, Mahfud MD: Faktor Stadion Jadi Penyebab Tragedi
-
Dampak Tragedi Kanjuruhan, Perkap akan Dikeluarkan Sebagai Acuan Pengamanan Pertandingan
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Gentayangan karya Intan Paramaditha: Menjadi "Cewek Bandel" di Balik Pilihan Sulit
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Basa-Basi Digital yang Hampa Bikin Silaturahmi Terasa Capek dan Melelahkan
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Terpopuler: Template Balasan WhatsApp Ucapan Lebaran 2026, Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa? Tradisi yang Dilakukan Setelah Hari Raya Idulfitri