/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 18:57 WIB
Ketua TGIPF Mahfud MD bersama TGIPF Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

SuaraBandung.id - Mahfud MD bersama Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menemukan fakta terbaru tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan jiwa melayang pada 1 Oktober Lalu. 

Diungkap Mahfud MD fakta tersebut lebih mengerikan karena TGIPF merekrontruksi dari 32 CCTV yang dimiliki aparat. 

"Karena kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat jadi itu lebih mengerikan dari sekedar semprot mati semprot mati gitu. Ada yang saling gandengan untuk keluar bersama, satu bisa keluar yang satu tertinggal yang di luar balik lagi untuk menolong temannya terinjak-injak mati," katanya dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden. 

Disamping itu, terlihat, ada juga yang memberi bantuan pernafasan itu karena satunya sudah tidak bisa bernafas membantu kena semprot juga mati.

"Itu lebih mengerikan daripada yang beredar karena ini ada di CCTV," lanjutnya. 

"Kemudian yang mati dan cacat serta kritis, dipastikan itu terjadi desak-desakan karena adanya gas air mata yang disemprotkan. Itu penyebabnya," sambungnya.

Load More