/
Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:40 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule (Twitter @PSSI)

SuaraBandung.id - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan yang dibentuk oleh pemerintah telah memberikan rekomendasi kepada Presiden Jokowi berdasarkan investigasi di lapangan. 

Diketahui dalam rekomendasi yang disampaikan kepada Presiden Jokowi menyatakan bahwa ketua umum PSSI beserta jajarannya harus mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral. 

Namun, dalam statuta di PSSI sendiri bila ingin mengganti ketua dan seluruh pengurus maka harus diadakan Kongres Luar Biasa (KLB). 

Secara tidak langsung TGIPF merekomendasikan kepada presiden jokowi agar PSSI segera melakukan Kongres Luar Biasa untuk pemilihan ketua baru.  

Hal tersebut ditanggapi dingin oleh ketua Komite Eksekutif (Exco) PSSI Ahmadh Riyadh, Ia memandang bahwa keinginan TGIPF kepada pihaknya untuk menggelar KLB dan merombak kepengurusan hanyalah sebuah pengingat. 

Ia menyebutkan bahwa keputusan digelarnya KLB hanya bisa datang dari anggota yang memiliki suara (Voters). 

"Yang berhak meminta KLB itu anggota PSSI, para 'voter'. Pemerintah tidak bisa mencampuri hal itu," kata Ahmad, dikutip dari Suara.com, Rabu (19/10/2022) malam. 

Jika dilihat dari KLB terakhir yang menjadikan Mochamad Iriawan terpilih sebagai ketua umum, terdapat 86 voters. Mereka antara lain 34 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, 18 klub Liga 1 2019, 22 klub Liga 2 2019, 10 klub Liga 3 2019, 1 Asosiasi Futsal, dan 1 Asosiasi Sepak Bola Wanita. 

Imbas tragedi kanjuruhan yang menyebabkan banyak korban berjatuhan baik meninggal maupun luka-luka dinilai oleh TGIPF dalam surat rekomendasi 4 Oktober 2022 merupakan Tanggung Jawab PSSI dan kepengurusannya. 

Baca Juga: Kasus KDRT Lesti Kejora dan Rizky Billar Berakhir, Sekjen MUI Hadiri Perdamaian Keduanya di Polres Metro Jaksel

Meski terdapat indikasi pergantian ketua PSSI juga seluruh jajaran termasuk Komite Eksekutif (Exco), Ahamd Riyadh meyakini bahwa pemerintah dan TGIPF tahu batasan dalam mengurus kepentingan PSSI. 

"Menpora sempat menyampaikan sesuatu tentang itu. Presiden juga bersikap jelas. Urusan PSSI diserahkan kepada mekanisme PSSI," tutur Ahmad Riyadh. 

Presiden jokowi sendiri telah bertemu dengan presiden FIFA Giani Infantino di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/10.2022), kedua pihak akan sepakat untuk melakukan tranformasi sepak bola Indonesia. 

Dalam program transformasi setelah tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 133 orang tersebut diharapkan bisa menjadikan sepak bola Indonesia menjadi lebih baik dari segi prestasi, pengelolaan sampai supporternya. 

Terlebih Indonesia secara resmi akan menjadi tuan rumah dalam gelaran Piala Dunia U-20 pada tahun 2023. (*)

Sumber: Suara.com berjudul Desak Iwan Bule dan Jajarannya Mundur, PSSI Minta Pemerintah Jangan Ikut Campur

Load More