SuaraBandung.id - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi salah satu RS yang merawat penderita gangguan gagal ginjal akut, lebih dari 50 persen pasien yang dirawat meninggal dunia.
"Yang sedang kita tangani sekarang ada satu orang. Kasus ini di mana-mana dan angka kematiannya besar. Dari 12 kasus yang dirawat, 50 persen meninggal dalam tempo yang berbeda. Kita sudah mulai mengkampayekan berhati-hati dengan obat-obatan sirup," Pelaksana tugas Dirut RSHS Bandung, Yana Akhmad di RSHS Bandung, Rabu 10 Oktober 2022.
"Untuk hari ini belum ada kasus terbaru. Kita tidak menerima pasien baru sejak ada tiga kasus di minggu lalu. Jumlah yang meninggal karena kasus ini ada delapan orang. Paling banyak yang meninggal karena kasus ini balita," tambahnya.
Terkait sudah datangnya obat penawar gangguan gagal ginjal ke Indonesia yang didatangkan dari Singapura, Yana Akhmad mengatakan belum menerima obat tersebut. Meski pengajuan telah dilakukan dan hingga kini masih menunggu distribusi obat.
Disamping itu, Yana mengatakan, telah ada titik terang dari penyebab penyakit gagal ginjal akut. Sehingga secepatnya dapat dilakukan pencegahan sebagai antisipasi agar kasus tersebut kian mejadi parah di wilayah Jabar.
"Kita sudah tahu mana obat sirup yang boleh dan tidak dikonsumsi. Kita telah meningkatkan penanganannya, karena ini kasus umum yang perlu penanganan khusus. Kesulitan kita adalah pasien yang datang sudah dalam kondisi cukup berat," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Krisis Pakan Ternak Tiap Kemarau, Negara Diminta Tak Lepas Tangan Soal Infrastruktur Air
-
Timah Rakyat Kembali Diserap PT Timah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Bangka Belitung?
-
Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi