/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 17:28 WIB
Ilustrasi gagal ginjal kasus yang kini sedang meningkat (Freefik)

SuaraBandung.id - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi salah satu RS yang merawat penderita gangguan gagal ginjal akut, lebih dari 50 persen pasien yang dirawat meninggal dunia. 

"Yang sedang kita tangani sekarang ada satu orang. Kasus ini di mana-mana dan angka kematiannya besar. Dari 12 kasus yang dirawat, 50 persen meninggal dalam tempo yang berbeda. Kita sudah mulai mengkampayekan berhati-hati dengan obat-obatan sirup,"  Pelaksana tugas Dirut RSHS Bandung, Yana Akhmad di RSHS Bandung, Rabu 10 Oktober 2022. 

"Untuk hari ini belum ada kasus terbaru. Kita tidak menerima pasien baru sejak ada tiga kasus di minggu lalu. Jumlah yang meninggal karena kasus ini ada delapan orang. Paling banyak yang meninggal karena kasus ini balita," tambahnya. 

Terkait sudah datangnya obat penawar gangguan gagal ginjal ke Indonesia yang didatangkan dari Singapura, Yana Akhmad mengatakan belum menerima obat tersebut. Meski  pengajuan telah dilakukan dan hingga kini masih menunggu distribusi obat. 

Disamping itu, Yana mengatakan, telah ada titik terang dari penyebab  penyakit gagal ginjal akut. Sehingga secepatnya dapat dilakukan pencegahan sebagai antisipasi agar kasus tersebut kian mejadi parah di wilayah Jabar. 

"Kita sudah tahu mana obat sirup yang boleh dan tidak dikonsumsi. Kita telah meningkatkan penanganannya, karena ini kasus umum yang perlu penanganan khusus. Kesulitan kita adalah pasien yang datang sudah dalam kondisi cukup berat," tandasnya.

Load More