/
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 13:27 WIB
Kolase foto tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022. Polri sebut ada potensi tersangka baru dalam tragedi Kanjuruhan. (Antara/twitter/times indonesia)

SuaraBandung.idTragedi Kanjuruhan Malang saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Tragedi yang dimana menewaskan 135 jiwa tersebut masih menyisakan duka mendalam.

Sebelumnya, polri telah menetapkan enam tersangka terkait tragedi Kanjuruhan Malang. Keenam tersangka itu yakni,  Direktur Utama LIB AHL, Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang AS, Security Officer SS.

Kemudian, Kabag Ops Polres Malang Kompol WSP, Kasat Samapta Polres Malang AKP BSA dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim AKP H.

Terbaru, Polri menyebutkan adanya potensi terkait tersangka baru pada insiden tragedi Kanjuruhan.

"Ada (potensi tersangka baru)," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, dikutip dari PMJ News, Sabtu (29/10/2022).

Namun, Irjen Pol Dedi Prasetyo belum merinci secara pasti identitas tersangka baru tersebut. 

Dedi menambahkan bahwa tersangka tersebut nantinya akan dijerat dengan Pasal 359 dan 360 KUHP dan juga Pasal 52 dan 103 UU Nomor 11 Tahun 2022.

"(Masih) nunggu petunjuk jaksa dulu. (Jumlah tersangka) nanti dulu. Sama (sangkaan pasal), dikenakan juga selain 359 dan atau 360, dan 103 UU Nomor 11 Tahun 2022," tuturnya.

Tragedi Kanjuruhan

Baca Juga: Heboh! Biola WR Soepratman Dipegang Orang yang Tidak Bertanggung Jawab

Tragedi Kanjuruhan terjadi saat usai laga pertandingan Arema FC melawan Persebaya, yang berakhir dengan kemenangan Surabaya dengan skor akhir 3-2.

Kekalahan Arema FC membuat suporter kecewa dan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan, dan terjadi kerusuhan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.

Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas. (*)

Load More