/
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 20:15 WIB
Ribuan Suporter gelar Doa Bersama dan Shalat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan. Ayah dari dua korban tewas tragedi Kanjuruhan ajukan autopsi kembali. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa)

SuaraBandung.idDevi Athok merupakan ayah dari dua korban tewas tragedi Kanjuruhan Malang, yang kembali mengajukan proses autopsi.

Melalui Kuasa Hukumnya Imam Hidayat, mengatakan bahwa pihak keluarga korban sudah bersedia untuk melakukan autopsi pada kedua putrinya yang menjadi korban tewas pada tragedi Kanjuruhan Malang.

“Keluarga sudah bersedia kembali untuk pelaksanaan autopsi,” ungkap Imam Hidayat.

Imam Hidayat menambahkan bahwa pernyataan persetujuan untuk melakukan autopsi tersebut telah disampaikan pada LPSK pada 24 Oktober 2022.

Pernyataan tersebut nantinya akan diteruskan kepada Kapolri Jenderal Pol Lityo Sigit Prabowo. Dan dikirimkan secara daring kepada pihak terkait.

Sebelumya, Polda Jawa Timur batal melakukan autopsi pada kedua korban tragedi Kanjuruhan Malang dikarenakan pihak keluarga tidak memberikan ijin.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa pembatalan autopsi tersebut bukan karena adanya intimidasi pada keluarga korban.

Kronologi Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan Malang menjadi duka mendalam bagi sepak bola Indonesia bahkan dunia.

Baca Juga: Netizen Bersama Kang Dedi Mulyadi, Ini yang Dialami Anne Ratna Mustika Saat Ngotot Ingin Menjanda

Tragedi terebut terjadi usai laga pertandingan Arema FC melawan Persebaya, yang berakhir dengan kekalahan Arema FC dengan skor akhir 2-3.

Atas kekalahan tersebut membuat suporter kecewa dan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.

Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas.

Load More