/
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 15:23 WIB
Buya Yahya Jawab Pertanyaan Pesulap Merah (YouTube Pesulap Merah Productions)

SuaraBandung.id - Belakangan ini aksi Pesulap Merah, Marcel Radhival membongkar praktik perdukunan masih hangat diperbincangkan oleh publik.

Beberapa waktu lalu, Pesulap Merah pun mendatangi Buya Yahya untuk membongkar tuntas mitos-mitos seperti Nyi Roro Kidul dan Jin dalam Botol.

Sebelum membahas mitos-mitos tersebut, Pesulap Merah terlebih dahulu bertanya kepada Buya Yahya tentang KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang sekarang ramai di media massa.

Pesulap Merah bertanya kepada Buya Yahya tentang bagaimana seharusnya suami menyikapi istri yang marah, khususnya dalam ajaran Islam.

Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube PESULAP MERAH PRODUCTIONS yang diunggah pada 21 Oktober 2022, berikut ulasannya.

"Sebenarnya ada nggak sih dalam islam, ketika istri marah sebenarnya kita sebagai pria tuh bersikap kaya gimana seharusnya?" tanya Pesulap Merah.

Kemudian, Buya Yahya menjawab pertanyaan itu. Buya Yahya mengungkapkan bahwa Islam adalah rambu-rambu yang memberikan bimbingan agar kita berjalan dengan baik dan benar.

Buya Yahya pun mengungkapkan bahwa rambu-rambu dalam Islam membawa kepada keindahan, termasuk dalam hal rumah tangga.

"Sehingga di dalam rumah tangga ada rambu-rambu, jadi yang harus kita patuhi rambu-rambu Islam mengajarkan keindahan," ungkap Buya Yahya.

Baca Juga: Juragan 99 Mundur dari Arema FC Imbas dari Tragedi Kanjuruhan Malang

Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa Islam mengajarkan kepada umat agar seorang suami menghormati dan menyayangi istri. Bahkan, suami yang baik tidak akan memukul istri meskipun istri layak dipukul.

"Islam mengajarkan suami menghormati, menyayangi istri dan sebagainya, kalau sederhananya kami simpulkan laki-laki baik itu tidak akan mukul istrinya biarpun istri layak untuk dipukul," jelas Buya Yahya.

Setelah itu, Buya Yahya mengungkapkan bahwa yang dimaksud memukul dalam Quran bukanlah memukul dengan kepalan tangan, melainkan seperti memukul dengan siwak.

"Memukul yang disebut dalam Al Quran bukan memukul bogem, maksudnya kalau orang itu biasa ngomong kalem dan indah, cukup begini saja kaya hukuman 'sayang jangan ngomong'," ungkap Buya Yahya sambil memperagakan tangan.

"Ini pukulan ringan, bukan bogem begini, jadi seperti mukul dengan siwak," tambah Buya Yahya.

Load More